ALL ABOUT FILSAFAT

Kamis, 15 Desember 2016

Jagat Raya

  1. ALAM SEMESTA
Alam semesta atau jagat raya adalah suatu ruangan yang maha besar yang didalamnya terdapat kehidupan yang biotik dan abiotik,  serta didalamnya terjadi segala peristiwa alam baik yang dapat diungkapkan manusia maupun yang tidak dapat diungkapakan. Alam semesta yang kita ketahui sekarang ini awal mulanya berasal dari gas yang berserakan secara teratur di angkasa yang kemudian menjadi kabut. Pandangan para ahli tentang terbentuknya alam semesta antara lain :

1)      Menurut orang Yunani Kuno
Orang Yunani pada zaman dahulu mengira bahwa langit itu sangat dekat dengan bumi,  dan bumi sangat kecil dibandingkan dengan langit. Mereka mengira bumi diatur oleh Dewa,  seperti Dewa Helios (Dewa Matahari) dan Dewa Zeus (Dewa Hujan dan Guntur).

2)      Menurut Aristoteles
Seorang filsafat yang hidup sekitar 300 SM yang menerangkan bahwa peredaran Bulan,  Venus,  Mars dan planet-planet lain. Aristoteles berpendapat bahwa Matahari,  planet dan bintang-bintang semua beredar mengelilingi Bumi

3)      Menurut Ptolomeus
Seorang ahli filsafat bangsa Yunani yang hidup 100 tahun setelah Aristoteles,  Ptolomeus sampan menyusun teori baru mengenai cakrawala yang juga disebut Kosmos. Teorinya : benda-benda langit itu semua mengelilingi bumi. Teori ini disebut teori Geo Sentris.

4)      Menurut Copernicus
Lahir di Toum-Polandia (1473-1543) anak seorang Uskup Katolik. Teorinya bahwa hanya bulan saja yang betul-betul mengelilingi bumi,  sedangkan planet-planet lain tidak,  tetapi semuanya mengelilingi Matahari.

5)      Menurut Galileo Galilei
Hidup pada zaman setelah ditemukan Teleskop,  tanggal 7 Januari 1610 dengan menggunakan teleskop menemukan Jupiter. Bukan hanya sebuah titik cahaya kecil,  melainkan berupa sebuah bola besar dengan empat buah pengiringnya,  dia juga membenarkan teori Copernicus.


              2.      Pandangan Masyarakat Modern
Dahulu ilmu yang mempelajari tentang asal-usul alam semesta disebut Kosmogoni,  sekarang oleh para ahli astronomi modern,  kosmogoni yang mempelajari asal-usul dan evolusi alam semesta diperluas meliputi isi alam semesta dan organisasinya. Melalui Kosmologi yang telah maju,  dikemukakan teori-teori terjadinya alam semesta,  dimana teori-teori itu dapat dikelompokkan menjadi tiga teori utama. Tahun 1940 diterangkan terjadinya alam semesta telah menggunakan asas yang sama bahwa alam semesta memuai.
Dari berbagai pandangan para ahli di atas,  kemudian muncul beberapa teori mengenai alam semesta antara lain sebagai berikut :
  1. “Big BangTeory” yang menganggap bahwa alam semesta ini terjadi akibat dari ledakan satu gumpalan zat raksasa. Dengan kata lain,  bahwa alam semesta ini asalnya berupa satubenda raksasa saja,  kemudian pecah akibat tekanan tenaga dalam ditengah-tengahnya sehingga pecah menjadi berkeping-kepingdan kepingan itu menjadi benda-benda alam yang kita kenal sebagai bintang-bintang atau kelompok-kelompok bintang.
  2. “Stady State Theory” yaitu anggapan orang yang mengatakan bahwa alam semesta ini sudah ada selamnya seperti susunan sekarang ini. Dan zat-zat terus menerus terbentuk.
  3. “Occilating Theory” yaitu pendapat yang mengatakan bahwa alam semesta ini tetap dalam keadaan melar dan menciut dalam jangka waktu ribuan juta tahun.
Di dalam alam semesta ada galaksi, yaitu sebuah system yang terkait oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang, gas dan debu kosmik medium antar bintang dan kemungkinan substansi hipotesis yang dikenal dengan materi gelap. Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani ”galaxias” yang berarti susu, yang merujuk pada galaksi bima sakti. Tipe-tipe galaksi berkisar dari galaksi kerdil dengan sepluh juta bintang dan galaksi raksasa dengan satu triliun bintang, semuanya mengorbit pada pusat galaksi. Matahari adalah salah satu bintang di galaksi Bima Sakti, tata surya termasuk bumi mengorbit matahari.
Kemungkinan terdapat lebih dari 100 milyar galaksi pada alam semesta teramati. Sebagian besar galaksi diorganisasikan ke dalam himpunan yang disebut klaster yang kemudian akan membentuk superklaster. Meskipun belum dipahami secara menyeluruh, materi gelap terlihat menyusun sekitar 90% dari massa sebagian besar galaksi.
Secara etimologi, galaksi diturunan dari istilah Yunani untuk galaxias atau kyklos galakticos yang berarti lingkaran susu sesuai dengan penampakannya di angkasa. Dalam mitologi Yunani, Zeus menempatkan anak laki-lakinya yang dilahirkan oleh manusia biasa, bayi Heracles, pada payudara Hera ketika sedang tidur sehingga bayi tersebut meminum susunya dan karena itu menjadi manusia abadi. Hera terbangun ketika sedang menyusui dan menyadari ia sedang menyusui bayi yang tak dikenalnya, ia mendorong bayi tersebut dan air susunya menyembur mewarnai langit malam, menghasilkan pita cahaya tipis yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Milk Way (Jalan Susu).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar