ALL ABOUT FILSAFAT

Senin, 09 Januari 2017

Beautiful Of Life

Hai blogger !!!
Apa kabar kalian? Apa kalian dalam keadaan sehat? Apa kalian sedang memiliki masalah hidup? Apakah kalian merasa beban hidup kalian begitu beratnya, sehingga kalian berfikir bahwa kalian tidak ingin hidup? Semoga tidak sampai berfikir kesana yah. Saya hanya ingin menulis di blog saya  ini.
Saya fikir, setiap manusia pasti memiliki beban hidupnya masing-masing. Memiliki cerita hidupnya masing-masing. Lalu apa cita-cita kalian 4-5 tahun ke depan? Apa yang kalian impikan? Kalau kalian sudah punya mimpi, alangkah baiknya kalian bisa menuliskannya di sebuah buku khusus, agar ketika mimpimu yang telah kau catat dalam buku khususmu itu bisa tercapai maka kau harus membuka kembali buku khususmu itu, dan pasti kalian akan tersenyum ketika membacanya.
Aku memiliki mimpi yang sangat sederhana. Aku ingin sekali bisa naik pesawat gratis. Aku sangat ingin travelling gratis. Aku ingin bisa berkunjung ke negeri-negeri tetangga. Contohnya Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam. Namun, apakah bisa aku pergi kesana? Sebelum aku bermimpi kesana, aku punya mimpi yang lebih sederhana lagi. Aku benar-benar ingin pergi ke Malang menggunakan pesawat gratis. Aku ingin melihat mahasiswa-mahasiswa Malang, bagaimana mereka belajar. Entah mengapa, aku benar-benar ingin sekali pergi ke Malang. Apakah tulisan aku di blog ini bisa tercapai? Allahualam bissawab. Hanya Allahlah yang Maha Mengetahui.

Rabu, 04 Januari 2017

FILOSOFI BERPIKIR DEWASA


            Sebelum kita masuk ke topik utama yang akan membahas tentang “Berfikir Dewasa”, saya ingin mencari tahu terlebih dahulu. Apa pengertian dari sebuah “Pertanyaan”. Mengapa ketika akan membahas sebuah topik materi, kita secara otomatis memiliki banyak hal yang akan diutarakan, untuk bisa menguraikan topik yang akan dibahas ini. Dan hal tersebut berupa kalimat tanya. Dan pertanyaan selanjutnya, apakah dari sebuah pertanyaan itu selalu memiliki jawaban ? Mengapa demikian ? Nah, sekarang mari kita cari tahu apakah benar setiap pertanyaan pasti memiliki sebuah jawaban.
Menurut Anthony Robbins, Pertanyaan adalah suatu proses berpikir dan proses berpikir itu adalah suatu proses bertanya dan menjawab, dan orang-orang yang sukses adalah mereka yang selalu bertanya pada dirinya sendiri. Menurut Cullins,Aukai, Pertanyaan adalah sebuah ekspresi keingintahuan seseorang akan sebuah informasi yang dituangkan dalam sebuah kalimat tanya. Pertanyaan biasanya diakhiri dengan sebuah tanda Tanya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa Pertanyaan adalah sebuah ilmu dan ditujukan kepada orang lain serta mengharapkan untuk dijawab. Dalam proses bertanya maka disanalah akan terjadi proses berpikir. Atau dengan kata lain Pertanyaan adalah pernyataan seseorang yang ditujukan kepada orang lain serta mengharapkan untuk dijawab.
Apabila ada pernyataan bahwa apakah ada jawaban di setiap pertanyaan, maka bisa dipastikan seseorang akan mencari jawaban tersebut. Salah satu contohnya, apabila muncul pertanyaan mengapa manusia hidup di planet bumi? Mengapa tidak tinggal di planet Mars ? Karna hakikatnya, manusia memiliki akal dan pemikiran, maka akan mencari tahu dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Kalau memang pertanyaan tersebut tidak bisa untuk dijawab, namun pasti bisa didapatkan alasannya.  Jadi, kesimpulannya dari setiap pertanyaan yang muncul maka akan ada jawabannya.
Kita telah memahami bahwa dari setiap pertanyaan pasti memiliki sebuah jawaban. Karna apa yang telah Tuhan ciptakan pasti memiliki kegunaannya. Saat ini, mari kita kembali ke topik yang akan kita bahas yaitu mengenai berfikir dewasa. Apakah kalian tahu, berfikir dewasa itu seperti apa ? Di benak kalian pasti tergambar mengenai berfikir dewasa adalah sebuah pemikiran dimana pemikiran tersebut bersifat bijaksana dan tidak bersifat kekanak-kanakan lagi. Namun, mari kita bahas berfikir dewasa itu apa.
Berfikir dewasa adalah subtansi dari filsafat kehidupan, tetapi ini terfokus pada kehidupannya (kedewasaan). Sebab orang yang dewasa dalam hidupnya, yaitu orang yang dapat mengambil hikmah dari setiap masalah yang ia hadapi dalam hidupnya. Berfikir dewasa juga berbicara tentang pengalaman. Seseorang bisa dikatakan memiliki pemikiran dewasa setelah mengalami suatu hal, kemudian dia bisa mencari solusi yang bijak dari permasalahan yang sedang dia hadapi tersebut.
Lalu, apa perbedaan antara berfikir dewasa dengan kedewasaan dalam berfikir? Berfikir dewasa ditandai dengan kesadaran untuk berpikir nalar serta berpikir positif dalam rangka membangun sikap positif. Seseorang yang berpikir dewasa akan mampu menempatkan fungsi akal budinya bukan hanya sebagai panduan untuk mencapai visi dan tujuan hidupnya melainkan juga mampu menopang usahanya dalam proses yang kontinu untuk menjadi dirinya. Sedangkan kedewasaan berpikir ini terfokus pada pembentukan pola pikir yang dewasa.
Setelah kita mengetahui apa itu berpikir dewasa, lalu perbedaan antara berpikir dewasa dengan kedewasaan berpikir. Mari kita kaitkan berpikir dewasa dalam ruang lingkup filsafat. Menurut pandangan anda apakah filsafat yang objektif berguna bagi pendewasaan filsafat? Filsafat yang objektif sangatlah berguna bagi proses pendewasaan berfilsafat. Baik dalam memahami sesuatu yang mikro ataupun memahami sesuatu yang makro. Karena kehidupan ini harus di pahami dari banyak sisi, tidak bisa kita menyimpulkan suatu kebenaran hanya dari satu sisi saja. Tetapi perlu banyak pemahaman hingga kita dapat mengetahui peta permasalahan yang terjadi dari hal yang sifatnya pribadi hingga hal-hal yang sifatnya umum dan universal. Filsafat yang objektif, berarti kita bisa berfilsafat dari berbagai sudut pandang. Tidak lagi menilai suatu kejadian hanya dari dari sudut pandang saja. Hal ini memberikan sebuah penghargaan dari sebuah pendapat, sehingga menimbulkan sebuah kedewasaan berfilsafat.
Menurut anda apakah filsafat hanya dapat dikenyam di bangku kuliah saja? Pada dasarnya filsafat adalah kegiatan berpikir. Menimbang baik dan buruknya sesuatu, memahami persoalan dari berbagai perspektif, tidak hanya memandang dari satu sisi. Filsafat juga berarti mencari tahu asal usul dari sebuah fakta, apakah memang betul fakta tersebut benar adanya atau fakta tersebut masih diragukan kebenarannya. Oleh karenanya, melalui filsafatlah kita belajar untuk lebih peduli dengan keadaan disekitar kita dan tidak menelan mentah-mentah fakta yang sudah ada. Namun kita harus bisa mencari tahu asal usulnya darimana. Dari kegiatan berfilsafat ini, sudah bisa dilihat bahwa tidak hanya di bangku kuliah sajalah filsafat itu ada. Kita bisa mendapatkan sebuah filsafat dari berbagai aspek kehidupan. Di lingkungan terdekat, kita juga bisa berfilsafat dan belajar mengenai filsafat. Jadi, filsafat tidak hanya dapat dikenyam di bangku kuliah saja, di segala tempatpun kita bisa mendapatkannya.
Menurut anda apakah kehidupan komunitas dapat membentuk manusia untuk hidup secara lebih baik, bijaksana dan kritis? Kehidupan komunitas dapat membentuk hidup manusia secara lebih baik. Dapat dikatakan demikian karena pada dasarnya kodrat manusia adalah makhluk sosial. Itu berarti manusia selalu berada bersama dengan sesamanya atau orang lain. Ia tidak berada sendirian, melainkan selalu berada bersama dengan orang lain. Manusia selalu berada dengan orang lain dan membentuk suatu persekutuan yang disebut sebagai komunitas. Mereka membentuk hidup besama karena ada nilai yang ingin dicapai secara bersama. Melalui komunitas juga, kita dituntut untuk bisa menuangkan ide-ide dan kreativitas untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai dari komunitas tersebut. Dari sanalah, pemikiran kritis kita di asah. Kita bisa mulai untuk belajar berbicara di depan umum. Kita belajar untuk bisa saling menghargai apabilaada perbedaan pendapat. Jadi, dari komunitas dapat membentuk manusia untuk hidup lebih baik, bijaksana dan kritis.
Mengapa filsafat disebut sebagai ibu dari ilmu pengetahuan? Filsafat disebut sebagai ibu dari ilmu pengetahuan karena dahulu pada masa Yunani kuno filsafat merupakan penjelasan rasional terhadap segala hal atau masalah. Objeknya sangat luas, dan ketika itu belum ada pemisahan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan. Dahulu, kajian seperti ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial juga ilmu-ilmu lain seperti etika, estetika dan metafisika, dikaji dalam filsafat. Pemisahan terhadap ilmu-ilmu pengetahuan baru dilakukan pada masa modern (abad ke 19), ketika muncul tuntutan agar ilmu pengetahuan dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris (tuntutan metodologis). Dengan kata lain, ilmu pengetahuan (seperti misalnya ilmu alam dan ilmu sosial) merupakan anak dari filsafat, mereka memisahkan diri dan berdiri secara atonom atas fokus objek kajian masing-masing.
Apakah berfikir rasionalitas sangatlah berguna bagi seseorang yang mencari solusi dari sebuah masalah? Berpikir rasionalitas sangat berguna bagi seorang manusia yang sedang mencari solusi dari sebuah masalah, sehingga orang tersebut akan menemukan lebih banyak lagi pelajaran dan hikmah dari masalah-masalah yang ia hadapi. Dan mereka dijamin tidak akan seperti Keledai yang jatuh lebih dari satu kali di dalam lubang yang sama. Berpikir rasionalitas selalu menempatkan diri pada solusi permasalahan, bukan selalu mempermasalahkan masalah. Orang pun akan mudah mengerti setiap ucapan dan nasihatnya, karena itu seseorang yang menggunakan rasionalitas dia bukan hanya bicara saja tetapi dia juga memperaktekkan dan dalam kehidupannya. Arti dari rasionalitas adalah suatu sikap yang dilakukan berdasarkan pikiran dan pertimbangan yang logis dan cocok dengan akal sehat manusia. Dalam pendekatan ini, seseorang akan lebih cenderung menyelesaikan masalahnya dengan kemampuan berfikir atau menggunakan akal daripada menggunakan batin dan perasaannya. Oleh karenanya, apabila kita berfikir rasionalitas maka kita akan lebih mudah mendapat solusi yang bijak dari permasalahan yang sedang kita alami. Dengan berfikir rasionalitas berarti juga kita berfikir dewasa.
Apakah ada manfaat filsafat bagi kehidupan? Banyak orang mempertanyakan essensi dari filsafat itu sendiri. Apakah hanya sekumpulan teori-teori dari pemikir-pemikir yang selalu memikirkan apa itu hidup? Apa itu ada dan ketiadaan? Apa itu dasar dari kehidupan dunia dan setelahnya? Dari beberapa buku yang saya baca, filsafat tidaklah segumpalan omong kosong mengenai pemikiran panjang yang berbelit mengenai hidup, tapi bagaimana kita menjalani hidup dengan hidup. Filsafat menggali akar dari sebuah permasalahan. Dengan filsafat, kita diajarkan untuk arif dan bijaksana dalam menjalani hidup dengan mendalami makna dan essensi dari hidup yang kita jalani. Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali manfaat belajar filsafat yang bisa dipetik. Filsafat akan mengajarkan untuk melihat segala sesuatu secara multi dimensi. Ilmu ini akan membantu kita untuk menilai dan memahami segala sesuatu tidak hanya dari permukaannya saja, dan tidak hanya dari sesuatu yang terlihat oleh mata saja, tapi jauh lebih dalam dan lebih luas. Filsafat mengajarkan kepada kita untuk mengerti tentang diri sendiri dan dunia. Filsafat mengasah hati dan pikiran untuk lebih kritis terhadap fenomena yang berkembang . Hal ini akan membuat kita tidak begitu saja menerima segala sesuatu tanpa terlebih dahulu mengetahui maksud dari pemberian yang kita terima. Filsafat dapat mengasah kemampuan kita dalam melakukan penalaran. Penalaran ini akan membedakan argumen, menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis, melihat segala sesuatu dengan sudut pandang yang lebih luas dan berbeda. Mengenal filsafat juga Belajar dari para filsuf lewat karya-karya besar mereka. Kita akan semakin tahu betapa besarnya filsafat dalam mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, karya seni, pemerintahan, serta bidang-bidang yang lain. Filsafat akan membuka cakrawala berpikir yang baru. Ide-ide yang lebih kreatif dalam memecahkan setiap persoalan, lewat penalaran secara logis, tindakan dan pemikiran yang koheren, juga penilaian argumen dan asumsi secara kritis. Jadi, jelaslah bahwa filsafat memiliki banyak manfaat bagi kehidupan kita sehari-hari.
Dan pertanyaan terakhir adalah apa yang diimaksud dengan pernyataan manusia mengetahui dirinya dan dunianya? Manusia merupakan makluk yang sadar dan mempunyai pengetahuan akan dirinya. Selain itu juga manusia juga mempunyai pengetahuan akan dunia sebagai tempat dirinya bereksistensi. Dunia yang dimaksudkan di sini adalah dunia yang mampu memberikan manusia kemudahan dan tantangan dalam hidup. Dunia di mana manusia bereksistensi dapat memberikan kepada manusia sesuatu yang berguna bagi pembentukan dan pengembangan dirinya. Konsep kehidupan manusia tentunya adalah mencari kehidupan yang lebih baik. Kehidupan secara lebih baik merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh manusia dalam kehidupannya. Untuk mencapai hidup secara lebih baik manusia perlu untuk dibentuk atau diarahkan. Pembentukan manusia itu dapat melalui pendidikan atau ilmu yang mempengaruhi pengetahuan tentang diri dan dunianya, melalui kehidupan sosial atau polis, dan melalui agama. Konsep kehidupan ini tentunya tidak terlepas dari filsafat. Salah satunya filsafat ilmu. Filsafat ilmu memberikan perspektif yang berbeda dalam kehidupan yakni hidup yang lebih bijaksana dan lebih kritis.