Filsafat adalah
studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis
dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat
tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan,
tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu,
memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Untuk studi
falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama
dipelajari dalam matematika dan
filsafat. Hal itu membuat filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi
tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi,
keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan.
PENGERTIAN FILSAFAT
Pengertian filsafat dapat
di lihat dari 2 aspek :
1.
ETIMOLOGIS
Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسفة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; philosophia. Kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”.
Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسفة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; philosophia. Kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”.
Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga
dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam
bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut"filsuf".
2.
TERMINOLOGI
Arti
terminologi maksudnya arti yang di kandung oleh istilah-istilah “filsafat”.
·
Menurut plato, filsafat
adalah pengaturan yang terminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli.
·
Menurut Aristoteles
filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang tekadang di
dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi politik dan estetika
(filsafat keindahan).
·
Hasbullah Bakry, ilmu
filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai
keutuhan alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan
tentang bagaimana hakekatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan
bagaimana sikap manusia itu seharusnya telah dicapai pengetahuan itu. Adapun
ahli Mudhofir (1996) memberikan arti filsafat sangat beragam:
o
Filsafat sebagai suatu
sikap terhadap kehidupan dan alam semesta, sikap secara filsafat adalah sikap
menyelidiki secara kritis, terbuka, toleran dan selalu tersedia menunjau suatu
problem dari semua sudut pandang.
o
Filsafat sebagai suatu
metode artinya cara berpikir secara reflektif (mendalam), penyelidikan yang
menggunkan alasan, berpikir secara hati-hati dan teliti.
o
Filsafat merupakan usaha
untuk memperoleh pandangan yang menyeluruh mencoba menggantungkan beberapa
kesimpulan dari berbagai ilmu dan pengalaman manusia menjadi suatu pedagang
dunia yang konsisten.
Dari pemparan di atas, kita bisa menarik
kesimpulan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki segala
sesuatu yang ada secara mendalam dengan menggunakan akal pemikiran.
Dalam membangun tradisi filsafat banyak
orang mengajukan pertanyaan yang sama, menanggapi, dan meneruskan karya-karya
pendahulunya sesuai dengan latar belakang
budaya, bahasa, bahkan agama tempat tradisi filsafat itu dibangun. Filsafat biasa diklasifikasikan menurut daerah geografis dan latar belakang
budaya. Dewasa ini filsafat biasa dibagi menjadi dua kategori besar menurut
wilayah dan menurut latar belakang agama.
Menurut wilayah, filsafat bisa dibagi menjadi: filsafat
barat, filsafat timur, dan
filsafat Timur Tengah. Sementara, menurut latar belakang agama, filsafat
dibagi menjadi: filsafat Islam, filsafat Budha, filsafat Hindu, dan filsafat Kristen.
1.
Filsafat Barat
Filsafat Barat adalah
ilmu yang biasa dipelajari secara akademis di universitas-universitas di Eropa
dan daerah-daerah jajahan mereka. Filsafat ini berkembang dari tradisi filsafat
orang Yunani kuno.
Tokoh utama
filsafat Barat antara lain Plato, Thomas Aquinas, Réne Descartes, Immanuel Kant, Georg Hegel, Arthur Schopenhauer, Karl Heinrich Marx, Friedrich Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre. Dalam tradisi filsafat Barat, dikenal
adanya pembidangan dalam filsafat yang menyangkut tema tertentu.
2.
Filsafat Timur
Filsafat Timur adalah
tradisi falsafi yang terutama berkembang di Asia, khususnya di India, Republik Rakyat Cina dan
daerah-daerah lain yang pernah dipengaruhi budayanya. Sebuah ciri khas Filsafat
Timur ialah dekatnya hubungan filsafat dengan agama. Meskipun hal ini kurang lebih juga
bisa dikatakan untuk Filsafat Barat, terutama di Abad Pertengahan, tetapi
di Dunia Barat filsafat ’an sich’masih lebih
menonjol daripada agama. Nama-nama
beberapa filsuf Timur, antara lain Sidharta Budha Gautama/Budha, Bodhidharma, Lao Tse,Kong Hu Cu, Zhuang Zi dan juga Mao Zedong.
3.
Filsafat Timur Tengah
Filsafat Timur Tengah dilihat
dari sejarahnya merupakan para filsuf yang bisa dikatakan juga merupakan ahli
waris tradisi Filsafat Barat. Sebab para filsuf Timur Tengah yang pertama-tama
adalah orang-orang Arab atau orang-orang Islam dan juga beberapa orang Yahudi, yang
menaklukkan daerah-daerah di sekitar Laut Tengah dan
menjumpai kebudayaan Yunani dengan tradisi falsafah mereka. Mereka menterjemahkan dan
memberikan komentar terhadap karya-karya Yunani. Ketika Eropa setalah
runtuhnya Kekaisaran
Romawi masuk
ke Abad Pertengahan dan
melupakan karya-karya klasik Yunani, para filsuf Timur Tengah ini mempelajari
karya-karya yang sama dan bahkan terjemahan mereka dipelajari lagi oleh
orang-orang Eropa. Nama-nama
beberapa filsuf Timur Tengah adalah Ibnu Sina, Ibnu Tufail, Kahlil Gibran dan Averroes.
4.
Filsafat Islam
Filsafat Islam merupakan
filsafat yang seluruh cendekianya adalah muslim. Ada sejumlah perbedaan besar
antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Pertama, meski semula filsuf-filsuf
muslim klasik menggali kembali karya filsafat Yunani terutama Aristoteles dan
Plotinus, namun kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam. Kedua, Islam adalah agama tauhid. Maka, bila dalam filsafat lain masih 'mencari Tuhan',
dalam filsafat Islam justru Tuhan 'sudah ditemukan, dalam arti bukan berarti
sudah usang dan tidak dibahas lagi, namun filsuf islam lebih memusatkan
perhatiannya kepada manusia dan alam, karena sebagaimana kita ketahui,
pembahasan Tuhan hanya menjadi sebuah pembahasan yang tak pernah ada finalnya.
5.
Filsafat Kristen
Filsafat Kristen mulanya
disusun oleh para bapa gereja untuk menghadapi tantangan zaman di abad
pertengahan. Saat itu dunia barat yang Kristen tengah berada dalam zaman
kegelapan (dark age). Masyarakat mulai mempertanyakan kembali
kepercayaan agamanya. Filsafat
Kristen banyak berkutat pada masalah ontologis dan filsafat ketuhanan. Hampir semua
filsuf Kristen adalah teologian atau ahli masalah agama. Sebagai contoh: Santo Thomas Aquinas dan
Santo Bonaventura. Munculnya Filsafat, terutama Filsafat
barat muncul di Yunani semenjak kira-kira abad ke 7 S.M.. Filsafat muncul
ketika orang-orang mulai memikirkan dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia,
dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak menggantungkan diri kepada (agama) lagi untuk mencari jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan ini.
Banyak yang bertanya-tanya mengapa filsafat muncul di
Yunani dan tidak di daerah yang beradab lain kala itu seperti Babilonia, Yudea (Israel) atau Mesir. Jawabannya sederhana: di Yunani,
tidak seperti di daerah lain-lainnya tidak ada kasta pendeta sehingga secara
intelektual orang lebih bebas.
Orang Yunani
pertama yang bisa diberi gelar filsuf ialah Thales dari Mileta, sekarang di
pesisir barat Turki. Tetapi filsuf-filsuf Yunani yang terbesar tentu saja
ialah: Sokrates, Plato dan Aristoteles. Sokrates
adalah guru Plato sedangkan Aristoteles adalah murid Plato. Bahkan ada yang
berpendapat bahwa sejarah filsafat tidak lain hanyalah “Komentar-komentar karya
Plato belaka”. Hal ini menunjukkan pengaruh Plato yang sangat besar pada
sejarah filsafat.