ALL ABOUT FILSAFAT

Kamis, 19 Agustus 2021

BUKAN TENTANG PERUBAHAN


 BUKAN TENTANG PERUBAHAN 

Perubahan dapat dimulai dalam proses perjalanan kehidupan manusia. Perubahan yang dimaksud dapat melalui ide atau teknologi yang selalu berkembang mengikuti zaman. Saat ini kita memasuki revolusi industri yang bermanafaat guna tercapainya tujuan yang menjadi penghubung antara sumber perubahan dengan tujuan masyarakat yaitu suatu perubahan melalui kebijakan atau teknologi baru yang berkembang. Revolusi industri di Indonesia dapat terjadi dalam berbagai aspek sehingga dapat menambah kualitas serta kuantitas suatu negara yang disesuaikan dengan berbagai macam keadaan nyata yang ada di Indonesia.

Perubahan untuk mencapai arah yang lebih baik yaitu dengan memperbaiki kualitas generasi muda. Posisi dan peran generasi muda dalam kehidupan Bangsa Indonesia sangatlah vital. Hal ini tertuang dalam UU RI No. 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan yang berbunyi pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek Pembangunan Nasional. Pemuda memiliki peran penting dalam terlahirnya Negara Indonesia yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dalam kemajemukan bangsa. Hal ini terbukti dari beberapa peristiwa sejarah Indonesia yang memberikan gambaran tentang vitalnya peran pemuda yaitu salah satunya Peristiwa Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menjadi kunci terbentuknya kekuatan pemuda untuk bersatu melawan penjajahan kolonial Belanda. Peristiwa lain diantaranya yaitu perjuangan pemuda pada era Orde Lama dan akhir Orde Baru.    

Pemuda memiliki peran yang sangat vital dalam kemajuan bangsa sehingga diperlukan peningkatan kualitas terhadap generasi muda Indonesia. Salah satu hal yang terpenting untuk mencetak generasi-generasi muda yang unggul dan bermoral maka diperlukan pendidikan karakter. Tujuannya adalah mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal.

Pendidikan karakter secara formal berfungsi untuk mendidik, memberdayakan, dan mengembangkan peserta didik agar dapat maksimal dalam membangun karakter secara pribadi sehingga individu dapat tumbuh menjadi individu yang memberikan manfaat untuk dirinya sendiri, keluarga, bangsa, dan negara. Mengasah kecerdasan budi adalah hal yang utama karena dapat membangun budi pekerti dari manusia dengan baik dan kokoh, sehingga dapat mewujudkan kepribadian dan karakter serta senantiasa mengalahkan nafsu dan tabiat-tabiatnya yang buruk.

Generasi muda yang sudah ditanamkan karakter-karakter baik sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia melalui pendidikan karakter, diperlukan pula pengenalan atau penanaman pendidikan politik guna menciptakan bangsa yang melek politik serta membentuk karakter perilaku warga negara. Pendidikan politik berpotensi untuk membentuk karakter, watak, dan tanggung jawab warga negara yang demokratis sehingga mencapai peradaban bangsa yang lebih maju. Selain itu, pendidikan politik juga bertujuan bagi generasi muda agar dalam kehidupan bernegara bisa menjadi partisipan yang bertanggung jawab, sehingga bisa memahami proses penggunaan kekuasaan dalam menegakkan aturan dalam masyarakat dan dapat menggunakan hak politiknya dengan benar.

Ketika generasi muda bangsa sudah memiliki karakter dan pengetahuan politik yang baik, maka seharusnya kasus korupsi tidak lagi terjadi di Indonesia. Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa (extraordinary crime) yang merusak sendi perekonomian bangsa dan bahkan tak jarang mengakibatkan masyarakat jatuh ke jurang kemiskinan. Salah satu kasus korupsi yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia di tahun 2020 ditengah pandemi yang sedang melanda dunia yaitu kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bahkan disebut sebagai kerugian besar bagi negara yang mencapai hingga belasan triliun rupiah. (PikiranRakyat.com)

Kasus lain yang sangat menyayat hati masyarakat Indonesia adalah kasus pada tanggal 6 Desember 2020, KPK menetapkan Menteri Sosial, Juliari Batubara sebagai tersangka kasus dugaan suap bantuan sosial Covid-19. Masyarakat tidak habis pikir dengan para wakil rakyat dimana rakyat sedang kesulitan dalam segi ekonomi karena pandemi Covid-19 yang menyebabkan roda perekonomian rakyat tidak bisa berjalan dengan lancar, namun beberapa oknum wakil rakyat justru mengambil kesempatan dalam kesulitan masyarakat Indonesia. Sehingga penanaman pendidikan karakter dan pendidikan politik bagi generasi muda sangatlah diperlukan untuk menciptakan generasi muda Indonesia yang bermoral, jujur dan berbudi pekerti baik. (PikiranRakyat.com)

 

Referensi :

https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011148547/5

 

 Oleh :

Norma Septiani