BUKAN TENTANG PERUBAHAN
Perubahan dapat dimulai
dalam proses perjalanan kehidupan manusia. Perubahan yang dimaksud dapat
melalui ide atau teknologi yang selalu berkembang mengikuti zaman. Saat ini
kita memasuki revolusi industri yang bermanafaat guna tercapainya tujuan yang
menjadi penghubung antara sumber perubahan dengan tujuan masyarakat yaitu suatu
perubahan melalui kebijakan atau teknologi baru yang berkembang. Revolusi industri
di Indonesia dapat terjadi dalam berbagai aspek sehingga dapat menambah
kualitas serta kuantitas suatu negara yang disesuaikan dengan berbagai macam
keadaan nyata yang ada di Indonesia.
Perubahan untuk mencapai
arah yang lebih baik yaitu dengan memperbaiki kualitas generasi muda. Posisi
dan peran generasi muda dalam kehidupan Bangsa Indonesia sangatlah vital. Hal
ini tertuang dalam UU RI No. 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan yang berbunyi
pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen
perubahan dalam segala aspek Pembangunan Nasional. Pemuda memiliki peran penting
dalam terlahirnya Negara Indonesia yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai
persatuan dalam kemajemukan bangsa. Hal ini terbukti dari beberapa peristiwa sejarah
Indonesia yang memberikan gambaran tentang vitalnya peran pemuda yaitu salah
satunya Peristiwa Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menjadi kunci
terbentuknya kekuatan pemuda untuk bersatu melawan penjajahan kolonial Belanda.
Peristiwa lain diantaranya yaitu perjuangan pemuda pada era Orde Lama dan akhir
Orde Baru.
Pemuda memiliki peran
yang sangat vital dalam kemajuan bangsa sehingga diperlukan peningkatan
kualitas terhadap generasi muda Indonesia. Salah satu hal yang terpenting untuk
mencetak generasi-generasi muda yang unggul dan bermoral maka diperlukan
pendidikan karakter. Tujuannya adalah mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui
penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras,
kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah
air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, peduli lingkungan, peduli
sosial, dan bertanggung jawab sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2018 tentang
Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal.
Pendidikan karakter
secara formal berfungsi untuk mendidik, memberdayakan, dan mengembangkan
peserta didik agar dapat maksimal dalam membangun karakter secara pribadi sehingga
individu dapat tumbuh menjadi individu yang memberikan manfaat untuk dirinya
sendiri, keluarga, bangsa, dan negara. Mengasah kecerdasan budi adalah hal yang
utama karena dapat membangun budi pekerti dari manusia dengan baik dan kokoh,
sehingga dapat mewujudkan kepribadian dan karakter serta senantiasa mengalahkan
nafsu dan tabiat-tabiatnya yang buruk.
Generasi muda yang sudah
ditanamkan karakter-karakter baik sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa
Indonesia melalui pendidikan karakter, diperlukan pula pengenalan atau
penanaman pendidikan politik guna menciptakan bangsa yang melek politik serta
membentuk karakter perilaku warga negara. Pendidikan politik berpotensi untuk
membentuk karakter, watak, dan tanggung jawab warga negara yang demokratis
sehingga mencapai peradaban bangsa yang lebih maju. Selain itu, pendidikan
politik juga bertujuan bagi generasi muda agar dalam kehidupan bernegara bisa
menjadi partisipan yang bertanggung jawab, sehingga bisa memahami proses
penggunaan kekuasaan dalam menegakkan aturan dalam masyarakat dan dapat
menggunakan hak politiknya dengan benar.
Ketika generasi muda
bangsa sudah memiliki karakter dan pengetahuan politik yang baik, maka seharusnya
kasus korupsi tidak lagi terjadi di Indonesia. Korupsi merupakan kejahatan yang
luar biasa (extraordinary crime) yang
merusak sendi perekonomian bangsa dan bahkan tak jarang mengakibatkan
masyarakat jatuh ke jurang kemiskinan. Salah satu kasus korupsi yang menjadi
perhatian masyarakat Indonesia di tahun 2020 ditengah pandemi yang sedang
melanda dunia yaitu kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bahkan
disebut sebagai kerugian besar bagi negara yang mencapai hingga belasan triliun
rupiah. (PikiranRakyat.com)
Kasus lain yang sangat
menyayat hati masyarakat Indonesia adalah kasus pada tanggal 6 Desember 2020,
KPK menetapkan Menteri Sosial, Juliari Batubara sebagai tersangka kasus dugaan
suap bantuan sosial Covid-19. Masyarakat tidak habis pikir dengan para wakil rakyat
dimana rakyat sedang kesulitan dalam segi ekonomi karena pandemi Covid-19 yang
menyebabkan roda perekonomian rakyat tidak bisa berjalan dengan lancar, namun
beberapa oknum wakil rakyat justru mengambil kesempatan dalam kesulitan
masyarakat Indonesia. Sehingga penanaman pendidikan karakter dan pendidikan
politik bagi generasi muda sangatlah diperlukan untuk menciptakan generasi muda
Indonesia yang bermoral, jujur dan berbudi pekerti baik. (PikiranRakyat.com)
Referensi
:
https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011148547/5
Oleh :
Norma Septiani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar