ALL ABOUT FILSAFAT

Kamis, 19 Agustus 2021

BUKAN TENTANG PERUBAHAN


 BUKAN TENTANG PERUBAHAN 

Perubahan dapat dimulai dalam proses perjalanan kehidupan manusia. Perubahan yang dimaksud dapat melalui ide atau teknologi yang selalu berkembang mengikuti zaman. Saat ini kita memasuki revolusi industri yang bermanafaat guna tercapainya tujuan yang menjadi penghubung antara sumber perubahan dengan tujuan masyarakat yaitu suatu perubahan melalui kebijakan atau teknologi baru yang berkembang. Revolusi industri di Indonesia dapat terjadi dalam berbagai aspek sehingga dapat menambah kualitas serta kuantitas suatu negara yang disesuaikan dengan berbagai macam keadaan nyata yang ada di Indonesia.

Perubahan untuk mencapai arah yang lebih baik yaitu dengan memperbaiki kualitas generasi muda. Posisi dan peran generasi muda dalam kehidupan Bangsa Indonesia sangatlah vital. Hal ini tertuang dalam UU RI No. 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan yang berbunyi pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek Pembangunan Nasional. Pemuda memiliki peran penting dalam terlahirnya Negara Indonesia yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dalam kemajemukan bangsa. Hal ini terbukti dari beberapa peristiwa sejarah Indonesia yang memberikan gambaran tentang vitalnya peran pemuda yaitu salah satunya Peristiwa Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menjadi kunci terbentuknya kekuatan pemuda untuk bersatu melawan penjajahan kolonial Belanda. Peristiwa lain diantaranya yaitu perjuangan pemuda pada era Orde Lama dan akhir Orde Baru.    

Pemuda memiliki peran yang sangat vital dalam kemajuan bangsa sehingga diperlukan peningkatan kualitas terhadap generasi muda Indonesia. Salah satu hal yang terpenting untuk mencetak generasi-generasi muda yang unggul dan bermoral maka diperlukan pendidikan karakter. Tujuannya adalah mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal.

Pendidikan karakter secara formal berfungsi untuk mendidik, memberdayakan, dan mengembangkan peserta didik agar dapat maksimal dalam membangun karakter secara pribadi sehingga individu dapat tumbuh menjadi individu yang memberikan manfaat untuk dirinya sendiri, keluarga, bangsa, dan negara. Mengasah kecerdasan budi adalah hal yang utama karena dapat membangun budi pekerti dari manusia dengan baik dan kokoh, sehingga dapat mewujudkan kepribadian dan karakter serta senantiasa mengalahkan nafsu dan tabiat-tabiatnya yang buruk.

Generasi muda yang sudah ditanamkan karakter-karakter baik sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia melalui pendidikan karakter, diperlukan pula pengenalan atau penanaman pendidikan politik guna menciptakan bangsa yang melek politik serta membentuk karakter perilaku warga negara. Pendidikan politik berpotensi untuk membentuk karakter, watak, dan tanggung jawab warga negara yang demokratis sehingga mencapai peradaban bangsa yang lebih maju. Selain itu, pendidikan politik juga bertujuan bagi generasi muda agar dalam kehidupan bernegara bisa menjadi partisipan yang bertanggung jawab, sehingga bisa memahami proses penggunaan kekuasaan dalam menegakkan aturan dalam masyarakat dan dapat menggunakan hak politiknya dengan benar.

Ketika generasi muda bangsa sudah memiliki karakter dan pengetahuan politik yang baik, maka seharusnya kasus korupsi tidak lagi terjadi di Indonesia. Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa (extraordinary crime) yang merusak sendi perekonomian bangsa dan bahkan tak jarang mengakibatkan masyarakat jatuh ke jurang kemiskinan. Salah satu kasus korupsi yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia di tahun 2020 ditengah pandemi yang sedang melanda dunia yaitu kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bahkan disebut sebagai kerugian besar bagi negara yang mencapai hingga belasan triliun rupiah. (PikiranRakyat.com)

Kasus lain yang sangat menyayat hati masyarakat Indonesia adalah kasus pada tanggal 6 Desember 2020, KPK menetapkan Menteri Sosial, Juliari Batubara sebagai tersangka kasus dugaan suap bantuan sosial Covid-19. Masyarakat tidak habis pikir dengan para wakil rakyat dimana rakyat sedang kesulitan dalam segi ekonomi karena pandemi Covid-19 yang menyebabkan roda perekonomian rakyat tidak bisa berjalan dengan lancar, namun beberapa oknum wakil rakyat justru mengambil kesempatan dalam kesulitan masyarakat Indonesia. Sehingga penanaman pendidikan karakter dan pendidikan politik bagi generasi muda sangatlah diperlukan untuk menciptakan generasi muda Indonesia yang bermoral, jujur dan berbudi pekerti baik. (PikiranRakyat.com)

 

Referensi :

https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011148547/5

 

 Oleh :

Norma Septiani

Senin, 09 Januari 2017

Beautiful Of Life

Hai blogger !!!
Apa kabar kalian? Apa kalian dalam keadaan sehat? Apa kalian sedang memiliki masalah hidup? Apakah kalian merasa beban hidup kalian begitu beratnya, sehingga kalian berfikir bahwa kalian tidak ingin hidup? Semoga tidak sampai berfikir kesana yah. Saya hanya ingin menulis di blog saya  ini.
Saya fikir, setiap manusia pasti memiliki beban hidupnya masing-masing. Memiliki cerita hidupnya masing-masing. Lalu apa cita-cita kalian 4-5 tahun ke depan? Apa yang kalian impikan? Kalau kalian sudah punya mimpi, alangkah baiknya kalian bisa menuliskannya di sebuah buku khusus, agar ketika mimpimu yang telah kau catat dalam buku khususmu itu bisa tercapai maka kau harus membuka kembali buku khususmu itu, dan pasti kalian akan tersenyum ketika membacanya.
Aku memiliki mimpi yang sangat sederhana. Aku ingin sekali bisa naik pesawat gratis. Aku sangat ingin travelling gratis. Aku ingin bisa berkunjung ke negeri-negeri tetangga. Contohnya Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam. Namun, apakah bisa aku pergi kesana? Sebelum aku bermimpi kesana, aku punya mimpi yang lebih sederhana lagi. Aku benar-benar ingin pergi ke Malang menggunakan pesawat gratis. Aku ingin melihat mahasiswa-mahasiswa Malang, bagaimana mereka belajar. Entah mengapa, aku benar-benar ingin sekali pergi ke Malang. Apakah tulisan aku di blog ini bisa tercapai? Allahualam bissawab. Hanya Allahlah yang Maha Mengetahui.

Rabu, 04 Januari 2017

FILOSOFI BERPIKIR DEWASA


            Sebelum kita masuk ke topik utama yang akan membahas tentang “Berfikir Dewasa”, saya ingin mencari tahu terlebih dahulu. Apa pengertian dari sebuah “Pertanyaan”. Mengapa ketika akan membahas sebuah topik materi, kita secara otomatis memiliki banyak hal yang akan diutarakan, untuk bisa menguraikan topik yang akan dibahas ini. Dan hal tersebut berupa kalimat tanya. Dan pertanyaan selanjutnya, apakah dari sebuah pertanyaan itu selalu memiliki jawaban ? Mengapa demikian ? Nah, sekarang mari kita cari tahu apakah benar setiap pertanyaan pasti memiliki sebuah jawaban.
Menurut Anthony Robbins, Pertanyaan adalah suatu proses berpikir dan proses berpikir itu adalah suatu proses bertanya dan menjawab, dan orang-orang yang sukses adalah mereka yang selalu bertanya pada dirinya sendiri. Menurut Cullins,Aukai, Pertanyaan adalah sebuah ekspresi keingintahuan seseorang akan sebuah informasi yang dituangkan dalam sebuah kalimat tanya. Pertanyaan biasanya diakhiri dengan sebuah tanda Tanya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa Pertanyaan adalah sebuah ilmu dan ditujukan kepada orang lain serta mengharapkan untuk dijawab. Dalam proses bertanya maka disanalah akan terjadi proses berpikir. Atau dengan kata lain Pertanyaan adalah pernyataan seseorang yang ditujukan kepada orang lain serta mengharapkan untuk dijawab.
Apabila ada pernyataan bahwa apakah ada jawaban di setiap pertanyaan, maka bisa dipastikan seseorang akan mencari jawaban tersebut. Salah satu contohnya, apabila muncul pertanyaan mengapa manusia hidup di planet bumi? Mengapa tidak tinggal di planet Mars ? Karna hakikatnya, manusia memiliki akal dan pemikiran, maka akan mencari tahu dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Kalau memang pertanyaan tersebut tidak bisa untuk dijawab, namun pasti bisa didapatkan alasannya.  Jadi, kesimpulannya dari setiap pertanyaan yang muncul maka akan ada jawabannya.
Kita telah memahami bahwa dari setiap pertanyaan pasti memiliki sebuah jawaban. Karna apa yang telah Tuhan ciptakan pasti memiliki kegunaannya. Saat ini, mari kita kembali ke topik yang akan kita bahas yaitu mengenai berfikir dewasa. Apakah kalian tahu, berfikir dewasa itu seperti apa ? Di benak kalian pasti tergambar mengenai berfikir dewasa adalah sebuah pemikiran dimana pemikiran tersebut bersifat bijaksana dan tidak bersifat kekanak-kanakan lagi. Namun, mari kita bahas berfikir dewasa itu apa.
Berfikir dewasa adalah subtansi dari filsafat kehidupan, tetapi ini terfokus pada kehidupannya (kedewasaan). Sebab orang yang dewasa dalam hidupnya, yaitu orang yang dapat mengambil hikmah dari setiap masalah yang ia hadapi dalam hidupnya. Berfikir dewasa juga berbicara tentang pengalaman. Seseorang bisa dikatakan memiliki pemikiran dewasa setelah mengalami suatu hal, kemudian dia bisa mencari solusi yang bijak dari permasalahan yang sedang dia hadapi tersebut.
Lalu, apa perbedaan antara berfikir dewasa dengan kedewasaan dalam berfikir? Berfikir dewasa ditandai dengan kesadaran untuk berpikir nalar serta berpikir positif dalam rangka membangun sikap positif. Seseorang yang berpikir dewasa akan mampu menempatkan fungsi akal budinya bukan hanya sebagai panduan untuk mencapai visi dan tujuan hidupnya melainkan juga mampu menopang usahanya dalam proses yang kontinu untuk menjadi dirinya. Sedangkan kedewasaan berpikir ini terfokus pada pembentukan pola pikir yang dewasa.
Setelah kita mengetahui apa itu berpikir dewasa, lalu perbedaan antara berpikir dewasa dengan kedewasaan berpikir. Mari kita kaitkan berpikir dewasa dalam ruang lingkup filsafat. Menurut pandangan anda apakah filsafat yang objektif berguna bagi pendewasaan filsafat? Filsafat yang objektif sangatlah berguna bagi proses pendewasaan berfilsafat. Baik dalam memahami sesuatu yang mikro ataupun memahami sesuatu yang makro. Karena kehidupan ini harus di pahami dari banyak sisi, tidak bisa kita menyimpulkan suatu kebenaran hanya dari satu sisi saja. Tetapi perlu banyak pemahaman hingga kita dapat mengetahui peta permasalahan yang terjadi dari hal yang sifatnya pribadi hingga hal-hal yang sifatnya umum dan universal. Filsafat yang objektif, berarti kita bisa berfilsafat dari berbagai sudut pandang. Tidak lagi menilai suatu kejadian hanya dari dari sudut pandang saja. Hal ini memberikan sebuah penghargaan dari sebuah pendapat, sehingga menimbulkan sebuah kedewasaan berfilsafat.
Menurut anda apakah filsafat hanya dapat dikenyam di bangku kuliah saja? Pada dasarnya filsafat adalah kegiatan berpikir. Menimbang baik dan buruknya sesuatu, memahami persoalan dari berbagai perspektif, tidak hanya memandang dari satu sisi. Filsafat juga berarti mencari tahu asal usul dari sebuah fakta, apakah memang betul fakta tersebut benar adanya atau fakta tersebut masih diragukan kebenarannya. Oleh karenanya, melalui filsafatlah kita belajar untuk lebih peduli dengan keadaan disekitar kita dan tidak menelan mentah-mentah fakta yang sudah ada. Namun kita harus bisa mencari tahu asal usulnya darimana. Dari kegiatan berfilsafat ini, sudah bisa dilihat bahwa tidak hanya di bangku kuliah sajalah filsafat itu ada. Kita bisa mendapatkan sebuah filsafat dari berbagai aspek kehidupan. Di lingkungan terdekat, kita juga bisa berfilsafat dan belajar mengenai filsafat. Jadi, filsafat tidak hanya dapat dikenyam di bangku kuliah saja, di segala tempatpun kita bisa mendapatkannya.
Menurut anda apakah kehidupan komunitas dapat membentuk manusia untuk hidup secara lebih baik, bijaksana dan kritis? Kehidupan komunitas dapat membentuk hidup manusia secara lebih baik. Dapat dikatakan demikian karena pada dasarnya kodrat manusia adalah makhluk sosial. Itu berarti manusia selalu berada bersama dengan sesamanya atau orang lain. Ia tidak berada sendirian, melainkan selalu berada bersama dengan orang lain. Manusia selalu berada dengan orang lain dan membentuk suatu persekutuan yang disebut sebagai komunitas. Mereka membentuk hidup besama karena ada nilai yang ingin dicapai secara bersama. Melalui komunitas juga, kita dituntut untuk bisa menuangkan ide-ide dan kreativitas untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai dari komunitas tersebut. Dari sanalah, pemikiran kritis kita di asah. Kita bisa mulai untuk belajar berbicara di depan umum. Kita belajar untuk bisa saling menghargai apabilaada perbedaan pendapat. Jadi, dari komunitas dapat membentuk manusia untuk hidup lebih baik, bijaksana dan kritis.
Mengapa filsafat disebut sebagai ibu dari ilmu pengetahuan? Filsafat disebut sebagai ibu dari ilmu pengetahuan karena dahulu pada masa Yunani kuno filsafat merupakan penjelasan rasional terhadap segala hal atau masalah. Objeknya sangat luas, dan ketika itu belum ada pemisahan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan. Dahulu, kajian seperti ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial juga ilmu-ilmu lain seperti etika, estetika dan metafisika, dikaji dalam filsafat. Pemisahan terhadap ilmu-ilmu pengetahuan baru dilakukan pada masa modern (abad ke 19), ketika muncul tuntutan agar ilmu pengetahuan dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris (tuntutan metodologis). Dengan kata lain, ilmu pengetahuan (seperti misalnya ilmu alam dan ilmu sosial) merupakan anak dari filsafat, mereka memisahkan diri dan berdiri secara atonom atas fokus objek kajian masing-masing.
Apakah berfikir rasionalitas sangatlah berguna bagi seseorang yang mencari solusi dari sebuah masalah? Berpikir rasionalitas sangat berguna bagi seorang manusia yang sedang mencari solusi dari sebuah masalah, sehingga orang tersebut akan menemukan lebih banyak lagi pelajaran dan hikmah dari masalah-masalah yang ia hadapi. Dan mereka dijamin tidak akan seperti Keledai yang jatuh lebih dari satu kali di dalam lubang yang sama. Berpikir rasionalitas selalu menempatkan diri pada solusi permasalahan, bukan selalu mempermasalahkan masalah. Orang pun akan mudah mengerti setiap ucapan dan nasihatnya, karena itu seseorang yang menggunakan rasionalitas dia bukan hanya bicara saja tetapi dia juga memperaktekkan dan dalam kehidupannya. Arti dari rasionalitas adalah suatu sikap yang dilakukan berdasarkan pikiran dan pertimbangan yang logis dan cocok dengan akal sehat manusia. Dalam pendekatan ini, seseorang akan lebih cenderung menyelesaikan masalahnya dengan kemampuan berfikir atau menggunakan akal daripada menggunakan batin dan perasaannya. Oleh karenanya, apabila kita berfikir rasionalitas maka kita akan lebih mudah mendapat solusi yang bijak dari permasalahan yang sedang kita alami. Dengan berfikir rasionalitas berarti juga kita berfikir dewasa.
Apakah ada manfaat filsafat bagi kehidupan? Banyak orang mempertanyakan essensi dari filsafat itu sendiri. Apakah hanya sekumpulan teori-teori dari pemikir-pemikir yang selalu memikirkan apa itu hidup? Apa itu ada dan ketiadaan? Apa itu dasar dari kehidupan dunia dan setelahnya? Dari beberapa buku yang saya baca, filsafat tidaklah segumpalan omong kosong mengenai pemikiran panjang yang berbelit mengenai hidup, tapi bagaimana kita menjalani hidup dengan hidup. Filsafat menggali akar dari sebuah permasalahan. Dengan filsafat, kita diajarkan untuk arif dan bijaksana dalam menjalani hidup dengan mendalami makna dan essensi dari hidup yang kita jalani. Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali manfaat belajar filsafat yang bisa dipetik. Filsafat akan mengajarkan untuk melihat segala sesuatu secara multi dimensi. Ilmu ini akan membantu kita untuk menilai dan memahami segala sesuatu tidak hanya dari permukaannya saja, dan tidak hanya dari sesuatu yang terlihat oleh mata saja, tapi jauh lebih dalam dan lebih luas. Filsafat mengajarkan kepada kita untuk mengerti tentang diri sendiri dan dunia. Filsafat mengasah hati dan pikiran untuk lebih kritis terhadap fenomena yang berkembang . Hal ini akan membuat kita tidak begitu saja menerima segala sesuatu tanpa terlebih dahulu mengetahui maksud dari pemberian yang kita terima. Filsafat dapat mengasah kemampuan kita dalam melakukan penalaran. Penalaran ini akan membedakan argumen, menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis, melihat segala sesuatu dengan sudut pandang yang lebih luas dan berbeda. Mengenal filsafat juga Belajar dari para filsuf lewat karya-karya besar mereka. Kita akan semakin tahu betapa besarnya filsafat dalam mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, karya seni, pemerintahan, serta bidang-bidang yang lain. Filsafat akan membuka cakrawala berpikir yang baru. Ide-ide yang lebih kreatif dalam memecahkan setiap persoalan, lewat penalaran secara logis, tindakan dan pemikiran yang koheren, juga penilaian argumen dan asumsi secara kritis. Jadi, jelaslah bahwa filsafat memiliki banyak manfaat bagi kehidupan kita sehari-hari.
Dan pertanyaan terakhir adalah apa yang diimaksud dengan pernyataan manusia mengetahui dirinya dan dunianya? Manusia merupakan makluk yang sadar dan mempunyai pengetahuan akan dirinya. Selain itu juga manusia juga mempunyai pengetahuan akan dunia sebagai tempat dirinya bereksistensi. Dunia yang dimaksudkan di sini adalah dunia yang mampu memberikan manusia kemudahan dan tantangan dalam hidup. Dunia di mana manusia bereksistensi dapat memberikan kepada manusia sesuatu yang berguna bagi pembentukan dan pengembangan dirinya. Konsep kehidupan manusia tentunya adalah mencari kehidupan yang lebih baik. Kehidupan secara lebih baik merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh manusia dalam kehidupannya. Untuk mencapai hidup secara lebih baik manusia perlu untuk dibentuk atau diarahkan. Pembentukan manusia itu dapat melalui pendidikan atau ilmu yang mempengaruhi pengetahuan tentang diri dan dunianya, melalui kehidupan sosial atau polis, dan melalui agama. Konsep kehidupan ini tentunya tidak terlepas dari filsafat. Salah satunya filsafat ilmu. Filsafat ilmu memberikan perspektif yang berbeda dalam kehidupan yakni hidup yang lebih bijaksana dan lebih kritis.

Kamis, 22 Desember 2016

Pengukuran Logam

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Ilmu logam adalah ilmu mengenai bahan-bahan logam dimana ilmu ini berkembang bukan berdasarkan teori saja melainkan atas dasar pengamatan, pengukuran dan pengujian.
Pengujian bahan logam saat ini semakin meluas baik dalam konstruksi, permesinan, bangunan, maupun bidang lainnya.  Hal ini disebabkan karena sifat logam yang bisa diubah, sehingga pengetahuan tentang metalurgi terus berkembang.
Untuk mengetahui kualitas suatu logam, pengujian sangat erat kaitannya dengan pemilihan bahan yang akan dipergunakan dalam konstruksi suatu alat, selain itu juga bisa untuk membuktikan suatu teori yamg sudah ada ataupun penemuan baru dibidang metalurgi. Dalam proses perencanaan, dapat juga ditentukan jenis bahan maupun dimensinya, sehingga apabila tidak sesuai dapat dicari penggantinya yang lebih tepat. Disamping tidak  mengabaikan faktor  biaya produksi dan kualitasnya.


B.     Maksud dan Tujuan

1.      Maksud Pengujian
            Melalui praktikum ini, mahasiswa diharapkan dapat :

a)          Mengenal alat pengujian, mengetahui bagaimana cara menggunakan, kemampuan dan sifat-sifatnya.
b)          Untuk mengetahui parameter - parameter pengujian
c)          Untuk mengetahui perhitungan suatu pengujian material yang dikaitkan dengan penggunaanya didalam praktek.
d)          Mengetahui sifat – sifat karakteristik dan spesifik dari material logam.
e)          Mempratekkan teori – teori yang diperoleh dalam mata kuliah ilmu logam kedalam praktikum pengujian material
f)           Melengkapi syarat mata kuliah dan syarat mengikuti Praktek Kerja Nyata.
g)          Menambah pengetahuan dan kemampuan menyusun suatu laporan.

2.      Tujuan Pengujian
Melalui pengujian ini diharapkan dapat mengetahui sifat – sifat logam seperti sifat mekanik, sifat fisik dan lain sebagainya. Sifat mekanik adalah kemampuan suatu bahan untuk menerima beban atau gaya tanpa menimbulkan kerusakan pada benda tersebut. Beberapa sifat mekanik antara lain :
·         KEKUATAN ( STRENGHT )
Menyatakan kemampuan bahan untuk menerima tegangan tanpa menyebabkan bahan menjadi patah, kekuatan ini terdiri dari : kekuatan tarik, kekuatan tekan, kekuatan geser, dan lain sebagainya.
·         KEKERASAN ( HARDNESS )
Menyatakan kemampuan bahan untuk tahan terhadap goresan, pengikisan (abrasi). Sifat ini berkaitan terhadap sifat tahan aus ( wear resistance ).
·         KEKENYALAN ( ELASTICITY )
Menyatakan kemampuan bahan untuk menerima tegangan tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk yang permanent setelah tegangan dihilangkan. Tetapi apabila tegangan melampaui batas maka perubahan bentuk akan terjadi walaupun beban dihilangkan.
·         KEKAKUAN ( STIFNESS )
Adalah kemampuan bahan untuk menerima tegangan atau beban tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk atau defleksi.
·         PLASTISITAS ( PLASTICITY )
Menyatakan kemampuan bahan untuk mengalami sejumlah deformasi plastis   (yang permanent) tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan. Sifat ini sering disebut sebagai keuletan ( ductility ).
·         KETANGGUHAN ( TOUGHNESS )
Menyatakan kemampuan bahan untuk menyerap sejumlah energi tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan atau banyaknya energi yang diperlukan untuk mematahkan suatu bahan.
·         MERANGKAK ( CREEP )
Merupakan kecenderungan suatu logam untuk mengalami deformasi plastis yang besarnya merupakan fungsi waktu pada saat menerima beban yang besarnya relatif besar.
·         KELELAHAN ( FATIQUE )
Merupakan kecenderungan dari logam untuk patah bila menerima tegangan berulang – ulang yang besarnya masih jauh dibawah batas kekuatan elastisnya.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Dasar Pengujian Logam
Dalam ilmu logam, jenis-jenis logam dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu:
1.      Logam berat (besi, nikel, khrom, tembaga, timah hitam, timah putih, timah, dan seng).
2.      Logam ringan (alumunium, magnesium, titanium, kalsium, kalium, natrium, dan barium).
3.      Logam mulia (emas, perak, dan platina).
4.      Logam tahan api (wolfram, titanium, sirkonium, dan molibden).
Sedangkan jenis logam berdasarkan bahan dasar yang membentuknya dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
1.      Logam besi (ferrous) yaitu suatu logam paduan yang terdiri dari campuran unsur karbon dengan besi. Jenis-jenis logam ini antara lain yaitu besi tuang, besi tempa, baja lunak, baja karbon sedang, baja karbon tinggi, serta baja karbon tinggi dan campuran.
2.      Logam bukan besi (non ferrous) yaitu logam yang tidak mengandung unsur besi (Fe). Jenis-jenis logam ini antara lain yaitu tembaga (Cu), alumunium (Al), timbel (Pb), dan timah (Sn).
Proses pengujian logam adalah proses pemeriksaan bahan-bahan untuk diketahui sifat dan karakteristiknya yang meliputi sifat mekanik, sifat fisik, bentuk struktur, dan komposisi unsur-unsur yang terdapat di dalamnya. Proses pengujian logam dikelompokkan ke dalam tiga kelompok metoda pengujian, yaitu :
1.      Destructive Test (DT), yaitu proses pengujian logam yang bisa menimbulkan kerusakan logam yang di uji.
2.      Non Destructive Test (NDT), yaitu proses pengujian logam yang tidak bisa menimbulkan kerusakan logam atau benda yang di uji.
3.      Metallography, yaitu proses pemeriksaan logam tentang komposisi kimianya, unsur-unsur yang terdapat didalamnya, dan bentuk strukturnya.

B.     Pengujian Tarik

Pengujian ini merupakan proses pengujian yang biasa dilakukan karena pengujian tarik dapat menunjukkan perilaku bahan selama proses pembebanan. Pada uji tarik , benda uji diberi beban gaya tarik , yang bertambah secara kontinyu, bersamaan dengan itu dilakukan pengamatan terhadap perpanjangan yang dialami benda uji.

Untuk mengetahui sifat-sifat mekanik dari suatu material, maka yang harus dilakukan adalah melakukan pengujian terhadap material tersebut. Dalam dunia industri tentu akan menjadi sangat boros bila dilakukan pengujian dari setiap barang yang ingin diketahui sifat mekaniknya. Lalu apa yang dilakukan oleh orang-orang di industri? Mereka melakukan pengujian terhadap spesimen dari barang yang ingin mereka ketahui sifat mekaniknya. Ada beberapa uji mekanik yang bisa dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat material, antara lain; uji tarik (tensile test), uji tekan (compression test), uji torsi/ puntir(torsion test), uji fatigue, dll. Dari sekian pengujian yang dapat dilakukan untuk mengetahui sifat material, uji tarik menjadi pengujian yang paling disukai untuk dilakukan karena dari satu pengujian dapat diketahui lebih banyak sifat material dari satu pengujian tersebut. Dalam artikel kali ini, penulis akan sedikit membahas tentang pengujian tarik dan sifat-sifat material apa saja yang bisa diketahui dari uji tarik.

Uji tarik mungkin dapat dikatakan pengujian yang paling mendasar. Pengujian ini sangat sederhana, tidak mahal dan telah mengalami standarisasi di seluruh dunia, baik dari metode pengujian, bentuk spesimen yang diuji dan metode perhitungan dari hasil pengujian tersebut. Dengan menarik suatu material secara perlahan-lahan, kita akan mengetahui reaksi dari material tersebut terhadap pembebanan yang diberikan dan seberapa panjang material tersebut bertahan sampai akhirnya putus.









Gbr 1.Skema pengujian tarik dari awal pembebanan

A)    Mengapa melakukan Uji Tarik?
Dari uji tarik, banyak sifat-sifat yang bisa kita ketahui dibandingkan dengan pengujian lain. Dari hasil penarikan material hingga material tersebut putus, kita dapat mengetahui data yaitu berupa tegangan  tarik versus pertambahan panjang dari material yang kita uji.

Biasanya yang menjadi fokus perhatian adalah kemampuan maksimum bahan tersebut dalam menahan beban. Kemampuan  ini umumnya disebut “Ultimate Tensile Strength” disingkat denganUTS, dalam bahasa Indonesia disebut tegangan tarik maksimum.


C.    Kekuatan Tarik
Kekuatan tarik atau kekuatan tarik maksimum (Ultimate Tensile Strength) (UTS) adalah beban maksimum dibagi luas penampang lintang awal benda uji. 
………………………………………………………… (1)
di mana Su = Kuat tarik
Pmaks = Beban maksimum
A0 = Luas penampang awal 
Untuk logam-logam yang liat kekuatan tariknya harus dikaitkan dengan beban maksimum dimana logam dapat menahan sesumbu untuk keadaan yang sangat terbatas. 

Tegangan tarik adalah nilai yang paling sering dituliskan sebagai hasil suatu uji tarik, tetapi pada kenyataannya nilai tersebut kurang bersifat mendasar dalam kaitannya dengan kekuatan bahan. Untuk logam-logam yang liat kekuatan tariknya harus dikaitkan dengan beban maksimum, di mana logam dapat menahan beban sesumbu untuk keadaan yang sangat terbatas. Akan ditunjukkan bahwa nilai tersebut kaitannya dengan kekuatan logam kecil sekali kegunaannya untuk tegangan yang lebih kompleks, yakni yang biasanya ditemui. Untuk berapa lama, telah menjadi kebiasaan mendasarkan kekuatan struktur pada kekuatan tarik, dikurangi dengan faktor keamanan yang sesuai.

Kecenderungan yang banyak ditemui adalah menggunakan pendekatan yang lebih rasional yakni mendasarkan rancangan statis logam yang liat pada kekuatan luluhnya. Akan tetapi, karena jauh lebih praktis menggunakan kekuatan tarik untuk menentukan kekuatan bahan, maka metode ini lebih banyak dikenal, dan merupakan metode identifikasi bahan yang sangat berguna, mirip dengan kegunaan komposisi kimia untuk mengenali logam atau bahan. Selanjutnya, karena kekuatan tarik mudah ditentukan dan merupakan sifat yang mudah dihasilkan kembali (reproducible). Kekuatan tersebut berguna untuk keperluan spesifikasi dan kontrol kualitas bahan. Korelasi empiris yang diperluas antara kekuatan tarik dan sifat-sifat bahan misalnya kekerasan dan kekuatan lelah, sering dipergunakan. Untuk bahan-bahan yang getas, kekuatan tarik merupakan kriteria yang tepat untuk keperluan perancangan.


D.    Pengukuran Batas Luluh (Yielding)
Batas luluh adalah titik yang menunjukkan perubahan dari deformasi elastis ke deformasi plastis.Tegangan dimana deformasi atau batas luluh mulai teramati tergantung pada kepekaan pengukuran regangan. Telah digunakan berbagai kriteria permulaan batas luluh tergantung pada ketelitian pengukuran tegangan dan data-data yang digunakan.

1.      Batas elastik sejati berdasarkan pada pengukuran regangan mikro pada skala regangan 2 X 10-6 inci/inci. Batas elastik nilainya sangat rendah dan dikaitkan dengan gerakan beberapa ratus dislokasi. 
2.      Batas proporsional adalah tegangan tertinggi untuk daerah hubungan proporsional antara tegangan-regangan. Harga ini diperoleh dengan cara mengamati penyimpangan dari bagian garis lurus kurva tegangan-regangan.
3.      Batas elastik adalah tegangan terbesar yang masih dapat ditahan oleh bahan tanpa terjadi regangan sisa permanen yang terukur pada saat beban telah ditiadakan. Dengan bertambahnya ketelitian pengukuran regangan, nilai batas elastiknya menurun hingga suatu batas yang sama dengan batas elastik sejati yang diperoleh dengan cara pengukuran regangan mikro. Dengan ketelitian regangan yang sering digunakan pada kuliah rekayasa (10-4 inci/inci), batas elastik lebih besar daripada batas proporsional. Penentuan batas elastik memerlukan prosedur pengujian yang diberi beban-tak diberi beban (loading-unloading) yang membosankan.
4.      Kekuatan luluh adalah tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah kecil deformasi plastis yang ditetapkan. Definisi yang sering digunakan untuk sifat ini adalah kekuatan luluh ofset ditentukan oleh tegangan yang berkaitan dengan perpotongan antara kurva tegangan-regangan dengan garis yang sejajar dengan elastis ofset kurva oleh regangan tertentu. Di Amerika Serikat ofset biasanya ditentukan sebagai regangan 0,2 atau 0,1 persen (e = 0,002 atau 0,001).
so = F (ofset regangan = 0,002) ............................. (2) 
Ao

Cara yang baik untuk mengamati kekuatan luluh ofset adalah setelah benda uji diberi pembebanan hingga 0,2% kekuatan luluh ofset dan kemudian pada saat beban ditiadakan maka benda ujinya akan bertambah panjang 0,1 sampai dengan 0,2%, lebih panjang daripada saat dalam keadaan diam.

Tegangan ofset di Britania Raya sering dinyatakan sebagai tegangan uji (proff stress), di mana harga ofsetnya 0,1% atau 0,5%. Kekuatan luluh yang diperoleh dengan metode ofset biasanya dipergunakan untuk perancangan dan keperluan spesifikasi, karena metode tersebut terhindar dari kesukaran dalam pengukuran batas elastik atau batas proporsional.

Beberapa bahan pada dasarnya tidak mempunyai bagian linier pada kurva tegangan-regangannya, misal tembaga lunak atau besi cor kelabu. Untuk bahan-bahan demikian, metode ofset tidak dapat digunakan dan untuk pemakaian praktis, kekuatan luluh didefinisikan sebagai tegangan yang diperlukan untuk menghasilkan regangan total tertentu, misalnya ε = 0,005.


     E.     Pengukuran Keuletan
     Keuleten adalah kemampuan suatu bahan untuk menahan beban pada daerah plastis tanpa terjadi perpatahan. Secara umum pengukuran keliatan dilakukan untuk memenuhi kepentingan tiga buah hal:

1.   Untuk menunjukan perpanjangan di mana suatu logam dapat berdeformasi tanpa terjadi patah dalam suatu proses suatu pembentukan logam, misalnya pengerolan dan ekstrusi.
2.   Untuk memberi petunjuk secara umum kepada perancang mengenai kemampuan logam untuk mengalir secara pelastis sebelum patah.
3.      Sebagai petunjuk adanya perubahan permukaan kemurnian atau kondisi pengolahan.


    F.     Modulus Elastisitas

Modulus Elastisitas adalah ukuran kekuatan suatu bahan akan keelastisitasannya. Makin besar modulus, makin kecil regangan elastik yang dihasilkan akibat pemberian tegangan.Modulus elastisitas ditentukan oleh gaya ikat antar atom, karena gaya-gaya ini tidak dapat dirubah tanpa terjadi perubahan mendasar pada sifat bahannya. Maka modulus elastisitas salah satu sifat-sifat mekanik yang tidak dapat diubah. Sifat ini hanya sedikit berubah oleh adanya penambahan paduan, perlakuan panas, atau pengerjaan dingin.

Secara matematis persamaan modulus elastic dapat ditulis sebagai berikut.
………………………………………. (3)
dimana            s = tegangan
ε = regangan


Tabel 1.1 Harga modulus elastisitas pada berbagai suhu

Bahan Modulus elastisitas, psi x 106
Suhu kamar 4000 F 8000 F 10000 F 12000 F
Baja karbon
Baja tahan karat austenit
Paduan titanium
Paduan aluminium 30,0
28,0
16,5
10,5
27,0
25,5
14,0
9,5
22,5
23,0
10,7
7,8
19,5
22,5
10,1
18,0
21,0


     G.    Kelentingan (Resilience)
Kelentingan adalah kemampuan suatu bahan untuk menyerap energi pada waktu berdeformasi secara elastis dan kembali ke bentuk awal apabila bebannya dihilangkan. Kelentingan biasanya dinyatakan sebagai modulus kelentingan, yakni energi regangan tiap satuan volume yang dibutuhkan untuk menekan bahan dari tegangan nol hingga tegangan luluh σ0. Untuk menentukan nilai modulus kelentingan dapat dapat digunakan persamaan sebagai berikut.
U0 = ½ σ x e x ................................................. ....... (4)

Dari definisi diatas , modulus kelentingan adalah :
UR = ½ soeo = ½ so so = so2 ................... (5) 
E 2E
Persamaan ini menunjukan bahwa bahan ideal untuk menahan beban ebergi pada pemakaian di mana bahan tidak mengalami deformasi permanen, misal pegas mekanik, adalah data bahan yang memiliki tegangan luluh tinggi dan modulus elastisitas rendah. Tabel 2 memberikan beberapa modulus kelentingan untuk berbagai bahan.


Tabel 2.1 Modulus kelentingan untuk berbagai bahan

Bahan E, Psi so, Psi Modulus kelentingan UR
Baja karbon rendah 30 X 106 45,000 33,7
Baja pegas karbon tinggi 30 X 106 140,000 320
Duralumunium 10,5 X 106 18,000 17
Tembaga 16 X 106 4,000 5,3
Karet 150 300 300
Polimer akrilik 0,5 X 106 2,000 4,0


     H.    Ketangguhan (Toughness)

Ketangguhan (Toughness) adalah kemampuan menyerap energi pada daerah plastik. Kemampuan untuk menahan beban yang kadang-kadang diatas tegangan luluh tanpa terjadi patah, dan khususnya diperlukan pada bagian–bagian rantai, roda gigi, kopling mobil barang, dan cangkuk kran. Pada umumnya ketangguhan menggunakan konsep yang sukar dibuktikan atau didefinisikan. Salah satu menyatakan ketangguhan adalah meninjau luas keseluruhan daerah di bawah kurva tegangan-regangan. Luas ini menunjukan jumlah energi tiap satuan volume yang dapat dikenakan kepada bahan tanpa mengakibatkan pecah. Baja pegas karbon tinggi mempunyai kekuatan luluh dan kekuatan tarik lebih tinggi dibandingkan baja struktur karbon menengah. Akan tetapi baja struktur lebih liat dan memiliki perpanjangan total lebih besar. Luas keseluruhan daerah dibawah kurva tegangan-regangan lebih besar untuk baja struktur, oleh karena itu baja struktur merupakan bahan yang lebih tangguh. Hal ini menunjukan bahwa ketangguhan adalah parameter yang terdiri dari dua hal yakni tegangan dan keliatan. Terdapat beberapa cara pendekatan matematik untuk menentukan luas daerah di bawah kurva tegangan- regangan. Luas dibawah kurva dapat didekati dengan persamaan- persamaan berikut :

UT ≈ su ef ...................................... (6)
UT ≈ so + su ef .......................................... (7) 
2
Untuk logam- logam getas, kadang-kadang tegangan-regangan dianggap sebagai
parabola, dan luas daerah di bawah kurva diberikan oleh persamaan
UT = 2/3 su ef ........................................... (8) 
Semua hubungan diatas hanya cara pendekatan untuk mengetahui luas daerah di bawah
kurva regangan–tegangan. Kurva-kurva tersebut tidak menggambarkan perilaku yang sejati pada daerah plastis, karena pembuatan kurva didasarkan pada luas semula benda uji