Manusia
diciptakan oleh Tuhan yang maha kuasa berbeda dengan makhluk hidup yang lain.
Manusia dilengkapi oleh akal dan pikiran yang selalu tumbuh, berkembang dan
semakin maju sehigga ampu mengenal alam dan lingkungan sekitarnya serta dapat
pula menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan fenomena alam. Sejak
berabad-abad yang lalu, manusia selalu mencoba membuka tabir rahasia pergerakan
benda-benda angkasa yang ada disekitar bumi dan akhirnya manusia samapi pada
suatu kesimpulan bahwa benda-benda langit tersebut terikat dalam suatu sistem
yang saling mempengaruhi dan sistem ini disebuyt tata surya.
Tata surya
didiefinisikan sebagai susunan benda-benda langit yang terdiri dari matahari,
planet, asteroid, komet, serta meteoroid dengan matahari sebagai pusat tata
surya. Planet sudah ditemukan manusia sejak abad ke-3 sebelum masehi, yang
artinya “pengembara”. Salah satu planet tersebut adalah bumi. Dalam makalah ini
akan dibahas tentang perkembangan terciptanya bumi baik menurut kitab kejadian,
ilmuwan masa lalu dan menurut Al-Quran.
Penciptaan Bumi
Bumi terletak pada deretan ke
tiga dari matahari dengan jarak rata-rata terhadap matahari sekitar 150 juta
km. Jarak matahari bumi ini ditetapkan sebagai satu satuan astronomi. Bumi
merupakan planet tempat manusia hidup dan berkembang dan satu-satunya planet
yang sampai saat ini diketahui mempunyai kehidupan. Beberapa Pendapat tentang
bumi, yaitu :
1.
Menurut bangsa
babilonia, bumi dianggap sebagai suatu yang berongga, yang ditopang oleh
samudera angkasa melengkung di atas bumi, berdiri tegak antara perairan bawah
dan perairan atas samudera, yang kadang-kadang turun ke bumi berupa hujan.
2.
Sebagian besar
bangsa yunani percaya bahwa bumi adalah pusat alam raya, pada sekitar tahun 140
Masehi muncul teori ptolemaios tentang sistem tata surya di alam semesta yang
didasari oleh konsep geosentrisme, yang beranggapan bahwa bumi tetap pada
tempatnya sedangkan planet-planet lain mengitarinya.
Teori Penciptaan Bumi
Di seluruh dunia, ada
berkembang berpuluh-puluh macam teori penciptaan alam semesta, semua agama dan
kepercayaan manapun mengajarkan pengikutnya bagaimana alam semesta ini
tercipta. Begitu juga halnya dengan ilmu pengetahuan, meskipun teori-teori yang
dicetuskan oleh para ilmuwan belum bisa menjawab secara total bagaimana alam
semesta tercipta, tetapi anehnya begitu banyak orang yang mempercayai kebenaran
teori-teori tersebut. Sebelum melangkah lebih jauh, kita sebaiknya mengetahui
teori-teori asal-usul penciptaan itu sendiri. Secara umum, teori-teori asal
usul dan penciptaan alam semesta beserta isinya dapat dibagi menjadi 3 kategori
utama, yaitu :
1.
Teori
Penciptaan Ilmiah
Teori ini menyatakan bahwa alam semesta diciptakan oleh
Tuhan Allah selama 6 hari berturut-turut, kurang dari 10. Penganut teori ini
pada umumnya menolak semua bentuk teori evolusi. Teori ini paling banyak
dipercaya oleh orang-orang Kristen Konservatif di seluruh dunia.
2.
Teori Evolusi
Theistic
Teori ini menyatakan bahwa alam semesta berumur lebih
dari 10 milyar tahun.Tuhan Allah mengatur terjadinya evolusi dan
menggunakan evolusi itu sebagai alat untuk memimpin perkembangan sebuah spesies
baru, dan mencapai titik puncaknya pada penciptaan manusia. Teori ini banyak
dipercaya oleh orang-orang Kristen Liberalis.
3.
Teori Evolusi
Natural
Teori ini mungkin yang paling terkenal dari antara ke-3
teori ini, teori ini mirip dengan teori evolusi theistic, hanya bedanya, pada
teori ini Tuhan Allah tidak turun campur tangan dalam penciptaan alam semesta
dan isinya.
Ke-3 teori di atas hanyalah
kategori-kategori utama dari puluhan teori-teori evolusi yang pernah
dicetuskan. Berikut akan diberikan beberapa model teori evolusi yang pernah
dicetuskan :
1.
Beberapa model Teori
Penciptaan Ilmiah :
a)
Calendar Day
Interpretation Theory [ mencakup: Teori penciptaan bumi muda (young earth
creationism),
Teori penciptaan alkitabiah, Teori penciptaan 7 hari,
dsb. Teori ini mungkin teori yang paling terkenal diantara penganut Kristen
Konservatif. Mereka menafsirkan kitab Kejadian secara literal dan berusaha
untuk menggabungkan 2 cerita : kata “hari” yang disebutkan di Kejadian 1 adalah
hari standard selama 24 jam, dan seluruh proses penciptaan diselesaikan selama
6 x 24 jam. …
b)
Day Age Creationist
Theory
Teori ini menyatakan bahwa setiap “hari” dalam Kejadian 1
mengacu pada suatu interval waktu yg spesifik. … ” Karena itu maka mereka
menyatakan bahwa penciptaan alam semesta terjadi selama 6000 tahun.
c)
Analogical Days
Interpretation Theory
Setiap “hari” di dalam proses penciptaan adalah “hari
kerja nya Tuhan”, hari kerja Tuhan ini analog tapi tidak identik dengan hari
kerja manusia.
d)
Revelatory Device
Theory
Teori ini menyatakan bahwa kata “hari” pada proses penciptaan
analogi dengan kata “fase”. …
e)
Revelatory Day
Theory
Teori ini menyatakan bahwa mungkin Tuhan Allah memberikan
penglihatan pada Musa tentang urutan penciptaan alam semesta, dan Tuhan Allah
membutuhkan waktu 6 hari untuk menyelesaikan demonstrasi Nya.
Beberapa model Teori Evolusi
Theistic
a)
Theistic Evolution
Theory
Teori ini serupa dengan teori evolusi natural, alam
semesta tercipta 15 milyar tahun yang lalu, bumi tercipta lebih dari 4 milyar
tahun yang lalu. Spesies hewan dan tumbuhan berkembang seperti layaknya
pengamatan ilmu pengetahuan, hanya bedanya, para penganut teori ini percaya
bahwa Tuhan lah yang mengendalikan seluruh proses evolusi itu sendiri, sehingga
bisa berjalan dengan baik.
b)
Progressive
Creationist Theory
Teori ini mirip dengan teori evolusi theistic, hanya
bedanya mereka menolak teori yang menyatakan bahwa mahluk hidup bisa berevolusi
dengan sendirinya. Menurut teori ini, tanpa kehendak Tuhan, evolusi itu tidak
akan terjadi Beberapa model Teori Evolusi Natural
1)
Naturalistic
Evolution Theory [disebut juga teori evolusi atau teori evolusi atheis]
Teori ini menyatakan bahwa alam semesta tercipta berdasarkan teori “Big Bang” sebuah fenomenal alamiah, tidak menyertakan Tuhan dalam setiap penciptaan nya. …
Teori ini menyatakan bahwa alam semesta tercipta berdasarkan teori “Big Bang” sebuah fenomenal alamiah, tidak menyertakan Tuhan dalam setiap penciptaan nya. …
2)
Deistic Evolution Theory
Teori ini menyatakan bahwa Tuhan menciptakan alam
semesta, mungkin dengan metode “Big Bang” sekitar 15 milyar tahun yang lalu. …
Hanya 1 hal yang membedakan teori ini dengan teori evolusi atheis, yaitu teori
ini menerima 1 buat perbuatan Tuhan yaitu sebagai Pencipta materi alam semesta.
Para penganut teori ini biasa menyebut dirinya sebagai Deists.
Yang manakah dari teori-teori
tersebut di atas yang benar ?
Kita sebagai manusia tidak akan
pernah tahu yang mana yang paling benar dari ke-3 teori tersebut. Hal
penciptaan alam semesta berada di luar batas pemikiran manusia itu sendiri, dan
kita sebagai orang Kristen percaya bahwa hanya Tuhan lah yang mengetahui segala
rahasia penciptaan alam semesta dan segala isinya. Melalui teori Evolusi
Natural, manusia dengan kesombongan nya berusaha untuk menyingkirkan kuasa
Tuhan dari proses penciptaan alam semesta, oleh karena itu, maka Tuhan dalam
Kitab Mika 6:8 mengatakan: “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang
baik dan apakah yang dituntut Tuhan kepadamu selain berlaku adil, mencintai
kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu.”
Evolusi Theistic
Evolusi Theistic adalah suatu
teori penciptaan alam semesta yang menyertakan Tuhan dalam proses biologis yang
sering disebut evolusi. Teori ini berusaha menggabungkan teori-teori Penciptaan
Ilmiah dengan teori Evolusi Natural.
Beberapa pemikiran dari teori
penciptaan berdasarkan kitab Kejadian :
1.
Ada kemungkinan,
hari-hari penciptaan itu tidak benar-benar berurutan, meskipun urutan nya
terlihat cocok sekali dengan teori evolusi yang biasa kita kenal. Di sini
terdapat kesulitan dalam mempertemukan penciptaan pertama di Kejadian 1
(Kejadian 1:24-27), dimana hewan-hewan diciptakan sebelum manusia diciptakan
dengan penciptaan kedua, yang mana manusia diciptakan lebih dahulu baru
kemudian hewan-hewan diciptakan (Kejadian 2:18-20). Teori ini biasa disebut
sebagai Day Age Creationist Theory. Beberapa ahli berpendapat, bahwa pada waktu
“penciptaan kedua”, Tuhan Allah memang sengaja menciptakan 1 kali lagi
hewan-hewan tersebut dari segala jenis, sehingga Adam bisa dengan mudah
memberinya nama ketika hewan-hewan itu sedang berbaris. Kaum Kristiani selalu
melihat sebuah proses penciptaan sebagai sesuatu keajaiban Ilahi. .Teori ini
sering disebut “Day of Proclamation” Theory, atau beberapa orang menyebutnya
“Days of Divine Fiat” Theory. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Alan
Hayward pada tahun 1985 dan kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh Glenn Morton
pada akhir 90 an. muslim mau berfikir dan mengembangkannya atau tidak.
Teori dibawah ini merupakan teori yang berdasarkan sains,
teori ini berdasarkan teori big bang beberapa miliar tahun yang lalu ada satu
bintang(benda langit yang mengeluarkan cahaya) yang sangat tua yang mengalami
supernova(ledakan suatu bintang digalaksi yang mengeluarkan energi sangat
besar) sisa sisa bintang yang meledak. menjadi awan awan yang berkumpul disatu
titik. sehingga awan awan di langit itu memadat membentuk matahari dan planet
planetnya di galaksi. tetapi ketika itu bumi belum seperti sekarang. bumi akan
sangat panas sekitar 3000 derajat. belum ada air dan udara tetapi sudah ada
atmosfir. ada ancaman untuk bumi dari matahari yang sebagai pusat tata surya.
matahari juga memiliki badai yang suhunya 3000 derajat yang mengaakibatkan
yaitu mengikis atmosfir. hal itu dapat dilihat di planet mars yang atmosfirnya
terkikis oleh matahari hal itu akan mengakibatkan matinya makhluk hidup. itulah
mengapa mars tidak dapat memiliki makhluk hidup. lalu bagaimana bumi tidak
terkena badai dari matahari itu? bumi memiliki pelindung yang namanya magnetoid
yang tercipta dari inti didalam bumi sehingga bumi memiliki dua kutub, yaitu
kutub utara dan selatan. sehingga badai matahari itu dapat dibelokkan ke kutub
selatan.
Terciptanya Bumi Menurut Kitab Kejadian
Penciptaan alam raya menurut
kitab kejadian berlangsung selama enam hari (Genesis 1). Pada mulanya
sewaktu tuhan menciptakan alam raya, bumi tanpa bentuk, kosong dan gelap
gulita. Pada hari pertama diciptakan siang dan malam. Pada hari kedua diciptakan
kubah yang dinamakan angkasa, yang memisahkan air di bawahnya dan air
diatasnya. Pada hari ketiga diciptakan daratan dan lautan. Daratan kemudian
diperintahkan berbagai jenis tumbuhan yang menghasilkan bebijian dan
buah-buahan. Pada hari keempat diciptakan lentera-lentera untuk menerangi bumi.
Lentea-lentera itu ialah matahari, bulan dan bintang-bintang.
Pada hari kelima diciptakan
hewan penghuni air seperti ikan dan hewan udara seperti burung burung. Pada
hari keenam tuhan menciptakan hewan daratan dan manusia. Kepada manusia Tuhan
menguasakan pengelolaan ikan, burung dan satwa piaraan maupun liar. Semuanya
diciptakanNya berpasangan agar dapat berkembang biak. Kepada manusia
diperintahkan untuk mempunyai banyak anak agar mereka menyebar keseluruh penjuru
bumi dan megelolanya termasuk semua makhluk hidup yang ada dibumi. Tuhan juga
mengatur pembagian makanan yang diperlukan manusia dan hewan. Lengkaplah alam
raya itu tercipta pada hari ketujuh dan Tuhanpun berhenti bekerja. Diberkatinya
hari ketujuh itu dan dikhususkan sebagai hari beristirahat bagi manusia.
Jadi dalam kitab kejadian ini
secara imlpisit mengatakan bahwa semua makluk hidup yang ada di dunia ini
sudah tercipta sejak awal alam raya ini diciptakan. Pandangan ini dikukuhkan
dalam sains biologi oleh ilmuwan botani Swedia Linne pada tahun 1737 dalam
bentuk ajaran kelesterian jenis.
Sebelum Linne mengemukakan
ajarannya itu, pada tahun 1658, Uskup Agung Henry Ussher dari Armagh Irlandia
sudah memperkirakan berdasarkan berbagai silsilah yang ada di dala minjil bahwa
bumi tercipta sekitar tahun 4004 SM. Keterangan ini kemudian disisipkan sebagai
catatan di dalam kitab injil resmi. Hal itu berarti bahwa hingga sekarang umur
bumi hanya kira-kira 6000 tahun. Bahkan seorang gerejawan lain telah mengukur
terjadinya bumi itu dengan lebih ketat lagi dan sampai pada kesimpulan bahwa
bumi terbentuk tanggal 23 oktober 4004 SM pukul 9 pagi. Tidak diberitahukan
mintakad waktu mana yang digunakan sebagai rujukan.
UMUR BUMI DI DALAM AL-QURAN
Di dalam al-quran terdapat
beberapa ayat yang menerangkan tentang pembentukan bumi, yaitu :
Surat Al-A’raf : 54
“Sesungguhnya
tuhanmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dalam enam satuan
waktu, lalu Dia menguasai singgasana. Di tutupiNya siang dengan malam yang
mengejarnyadengan tergesa-gesa. Dan matahari dan bulan, dan
bintang-bintang,semuanya tunduk di bawah pengaturanNya. Sesungguhnya
KepunyaanNya lah semua ciptaan dan zat. Maha tinggi Allah Tuhan semesta alam.”
Surat Yunus : 3
“ Sesungguhnya Tuhanmu ialah
Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam satuan waktu. Kemudian Dia
bersemayam di atas singgasana, mengatur segalaurusan. Tiada seorangpun yang
dapat memberikan pembelaan pada hari kiamat. Kecuali setelah ada izin-Nya. Yang
mempunyai sifat-sifat demikian, itulah Allah, Tuhanmu. Karena itu sembahlah
dia, mengapa kamu tidak mengingat?
Surat Hud : 7
“Dan Dialah yang menciptakan
langit dan bumi dalam enam satuan waktu. Singgasana-Nyasebelum itu ada di atas
air. Hal itu untuk menguji kamu, siapa diantaramu yang terbaik pekerjaannya.
Demi Allah, jika engkau katakana : “sungguh kamu pasti akan dibangkitkan kelak
sesudah mati” niscaya orang-orang kafir itu akan menjawab “ini adalah
nyata-nyata ilmu sihir”.
Surat Al-furqon : 59
“Dialah yang menciptakan
langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanyadalam enam satuan waktu.
Kemudian ia bertakhta disinggasanaNya. Dia maha pengasih. Tanyakan hal itu
kepada orang-orang yang mengetahui tentang dia.”
Surat Fussilat ayat 9 – 12,
menceritakan bahwa bumi lebih dahulu diciptakan daripada langit, sebagaimana
firmannya :
“Katakanlah : ‘sesungguhnya
patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua hari dan kamu adakan
sekutu-sekutu bagiNya? Sesungguhnya Dia itulah Tuhan semesta alam”.
“Dia menempatkan
gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Lalu DiaturNya sumber keperluan dalam
empat satuan waktu bagi mereka yan gmemerlukannya”.
“Kemudian diciptakanNya
tujuh langit dalam dua hari, dan ditentukanNya di setiap langit hokum-hukumnya
tersendiri. Dan Kami hiasi langit terbawah dengan lampu-lampu dan
pelindung-pelindung”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar