3 Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Sosialis Paling
Besar
Sistem ekonomi sosialis
merupakan sistem ekonomi yang menempatkan pemerintahan sebagai pusat dalam
mengendalikan dan mengatur semua kegiatan ekonomi. Pemerintah memilih kekuasaan
penuh dalam merencanakan mengambil keputusan dan menentukan semua kebijakan-kebijakan
yang bertujuan untuk pemerataan kesejahteraan sosial dan memberikan kesamaan
dalam memperlakukan semua individu baik kaya maupun yang miskin.
Awal mula terbentuknya sistem ekonomi sosialis tidak bisa terlepas dari pemikiran Karl Max dan Fredric Engles. Kedua orang ini memperkenalkan sistem ekonomi sosialis melalui buku karya mereka yang berjudul “The Communist Manifesto”. Dalam buku tersebut Karl Max dan Fredric Engles memberikan kritik terhadap penerapan sistem kapitalisme yang menurut mereka banyak menciptakan masalah internal negara sehingga tidak layak lagi untuk diterapkan. Kapitalis menciptakan jurang antara pemilik modal atau capital dengan kaum buruh, selain itu sistem kapitalis juga akan melahirkan individu-individu yang akan terus bersaingan dalam kegiatan produksi, dimana dalam pelaksanaan kegiatan tersebut tanpa adanya pengawasan dari pemerintah. Dalam sistem kapitalisme peran pemerintah sangat minim, sehingga jika terjadi masalah dalam perekonomian karena terjadinya persaingan yang tidak terkendali dan yang paling di khawatirkan kesenjangan yang tinggi akan memicu dampak protes yang besar sehingga berbahaya bagi negara itu sendiri.
Konsep sosialisme yang dibawa oleh Karl Max dan Fredric Engles merupakan langkah maju dalam melawan arus penerapan sistem kapitalisme oleh negara barat yang terus meluas. Langkah awal yang diperlukan untuk mewujudkan sosialisme adalah menggantikan peran kapitalisme dengan komunisme, yaitu dengan cara pemerintah mengambil alih seluruh sumber-sumber daya produksi yang sebelumnya dikuasai oleh individu. Dalam konsep sistem ekonomi sosialis pemerintah memiliki peran yang sangat besar dalam kegiatan ekonomi dan menghilangkan kebebasan hak individu dalam memiliki sumber daya produksi. Dengan keterlibatan penuh pemerintah maka akan lebih mudah dalam mengawasi dan mengatur kegiatan ekonomi, selain itu pemerintah dapat menghindarkan segala persaingan tidak sehat yang berakibat pada kesenjangan sosial.
Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Sosialis
Dalam penerapan sistem ekonomi
sosialis akan terlihat seberapa jauh peran pemerintah dalam mengendalikan semua
kegiatan ekonomi dan kepemilikan sumber daya. Bisa dikatakan bahwa pemerintah
adalah satu-satunya pelaku perekonomian dan merupakan pusat kekuatan yang
memiliki banyak peran. Untuk mengetahui apakah suatu negara menerapkan ekonomi
sosialis bisa dilihat dari beberapa ciri-ciri berikut ini,
·
Seluruh sumber daya produksi dimiliki oleh pemerintah,
individu tidak diberi kewenangan dan kebebasan dalam kepemilikan sumber daya.
·
Adanya pengakuan kesamaan antara golongan yang kaya
dan yang miskin dalam berpolitik, sosial, dan ekonomi.
·
Pemerintah adalah satu-satunya yang memiliki kekuasaan
dalam perencanaan ekonomi.
·
Tidak adanya kompetisi menyebabkan sedikit jumlah
pengusaha yang ada di negara tersebut.
·
Pemerintah menjadi pusat dalam pengambilan keputusan
dalam segala kegiatan ekonomi, seperti perdagangan luar negeri, distribusi,
konsumsi, dan Investasi.
·
Terwujudnya kesejahteraan sosial yang merata di
masyarakat.
·
Jumlah produksi sangat terbatas karena berkaitan
dengan kemampuan produksi dan kebutuhan
Kelebihan dan Kekurangan Sistem
Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis merupakan
bentuk kritik terhadap adanya praktik sistem ekonomi liberal yang kemudian
menciptakan masyarakat kapitalis. Menurut kaum sosialis, dengan penerapan
sistem kapitalisme memiliki kekurangan yang akan dirasakan oleh pemerintah dan
masyarakat miskin. Kaum sosialis berkeinginan untuk tetap memiliki peran dalam
perekonomian, memiliki tugas untuk mengawasi dan memutuskan segala bentuk
kebijakan yang nantinya hasil dari perekonomian bisa dirasakan lebih merata
baik oleh pemerintah dan masyarakat.
Kelebihan
·
Tersedianya fasilitas kesehatan dan
pendidikan bagi rakyat dengan biaya murah.
·
Adanya pengakuan kesamaan sosial antara
yang kaya dengan yang miskin.
·
Menghilangkan praktik monopoli pasar.
·
Adanya pemerataan pendapatan.Inflasi lebih
mudah dikendalikan oleh pemerintah
·
Pemerintah memiliki kendali penuh dalam
menjalankan dan mengawasi kegiatan ekonomi.
·
Melambatnya pertumbuhan perekonomian
karena hanya pemerintah satu-satunya pelaku pasar.
·
Sedikitnya jumlah kewirausahaan karena
keterbatasan akses dalam memiliki sumber daya.
·
Tidak adanya imbalan atas kreativitas
sehingga berakibat pada rendahnya semangat berinovasi.
·
Pajak yang diberlakukan terlalu tinggi.
·
Tidak adanya pengakuan dan kebebasan
individu dalam memiliki sumber daya.
·
Ketersediaan produk dan jasa sangat
terbatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar