ALL ABOUT FILSAFAT

Jumat, 18 November 2016

Filsafat Geografi

KONSEP GEOGRAFI

              Geografi ,merupakan ilmu yang bersifat integratif yang mempelajari gejala-gejala yang terjadi di muka bumi (dalam dimensi fisik dan manusia) dengan menggunakan perspektif keruangan (spatial perspective). 
Dalam filsafat ilmu  suatu pengetahuan yang sistematis disebut ilmu pengetahuan apabila memiliki tiga aspek, yaitu aspek ontologis, aspek epistemologis dan aspek aksiologis atau aspek fungsional. 
Hakikat Geografi sebagai ilmu pengetahuan dapat ditelusuri melalui kaitan bagian permukaan bumi dengan kehidupan manusia.

ASPEK DALAM FILSAFAT GEOGRAFI

      1.      Aspek Ontologis
Aspek ontologis lebih menekankan perbedaan  ilmu geografi dengan bidang ilmu lainnya. Berarti bahwa aspek ontologis geografi mencakup interrelasi, interaksi, dan interdependensi bagian permukaan bumi (space, area, wilayah, kawasan) itu dengan manusia.
Pengertian bagian permukaan bumi itu mencakup juga lingkungan fauna, flora, dan biosfer. Unsur ruang atau wilayah atau tempat itulah yang menjadi perhatian geografi sejak dulu. Tidak ada disiplin ilmu lain yang memperhatikan fakta tentang ruang, yang justru penting sebagai tempat dari aneka ragam gejala dan kejadian di permukaan bumi kita ini.
Hal tersebut yang membedakan geografi dari ilmu-ilmu lain. Maka analisis tentang ”area yang kompleks” merupakan bagian perhatian utama dari geografi. Dalam perkembangannya, dengan obyek studi geografi tersebut melahirkan ilmu pengetahuan Geografi Fisis (Physical Geography), Geografi Manusia (Human Geography), dan Geografi Regional (Regional Geography); dengan berbagai anak cabangnya masing-masing.

      2.      Aspek Epistemologis
Aspek epistimologis meliputi metodologis dan pendekatan geografi yang sejalan dengan aspek epistimologis ilmu pada umumnya, yaitu penggunaan metodologi ilmiah dengan pemikiran deduktif, pendekatan hipotesis, serta penelaahan induktif terutama di dalam tahap verifikasi. Pendekatan deduktif analisis geografi bertitik tolak dari pengamatan secara umum, yaitu dari postulat, dalil atau premis yang dianggap sudah diakui secara umum. Kemudian dari hasil pengamatan secara umum ini diambil kesimpulan secara khusus (reasoning from the general to the particular).

      3.      Aspek Aksiologis 
Keterlibatan geografi dengan aspek-aspek bidang studinya tersebut membuatnya menjadi cabang ilmu yang berfungsi menjelaskan, meramal, dan mengontrol yang diaplikasikan ke dalam Perencanaan dan Pengembangan wilayah. Aspek aksiologi ilmu pengetahuan geografi ini melahirkan Geografi Terapan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar