LEMBAR PENGESAHAN
Karya
ilmiah yang berjudul :
“PENANGGULAN
SAMPAH PLASTIK TERHADAP PROSES BELAJAR DI LINGKUNGAN SMA NEGERI 1 CILEGON”
Telah
dibaca dan disetujui pada 15 April 2014
Mengetahui,
Kepala
SMA Negeri 1 Cilegon
|
Guru
Pembimbing
|
H.
Lili Halili, M.Pd.
NIP
19580203 198203 1 009
|
Sunariah,S.Pd.
NIP :
|
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
yang telah memberikan rahmat dan karunian-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan karya ilmiah ini dengan
judul “PENANGGULANGAN
SAMPAH PLASTIK TERHADAP PROSES BELAJAR DI LINGKUNGAN SMA NEGERI 1 CILEGON”. Penyusunan karya ilmiah ini dalam rangka memenuhi tugas Bahasa Indonesia
kelas XI semester 2.
Dalam menyelesaikan karya ilmiah ini penulis mengalami
banyak kesulitan, salah satunya dalam hal pengumpulan data dan pengolahan
limbah plastik tersebut. Selanjutnya penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya ilmiah, yaitu kepada Ibu
Sunariah,S.Pd sebagai guru pembimbing dan kepada semua pihak yang lain yang
tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan karya ilmiah ini masih
jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran
yang sifatnya membangun guna sempurnanya karya ilmiah ini .
Kami berharap semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca umumnya dan bagi kami khususnya. Untuk selalu menjaga kebersihan
lingkungan dengan mengurangi pemakaian plastik dalam kehidupan sehari-hari dan
dapat mengolah sampah plastik menjadi barang-barang yang bisa dipakai kembali
untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar.
Cilegon , 15 April 2014
PENULIS
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Siswa-siswi sekolah akan merasa nyaman
berada di lingkungan sekolah yang lingkungannya bersih, bahkan bukan hanya para
siswa saja yang merasa nyaman berada di tempat yang bersih, para pengajar pun
akan merasakan nyaman dalam memberikan pelajaran kepada anak didiknya. Namun
pada kenyataannya lingkungan SEKOLAH
masih
jauh dari harapan kebersihan yang maksimal. Untuk itu kami membuat karya ilmiah
ini agar dapat membantu meningkatkan kebersihan lingkungan SEKOLAH terutama
mengenai masalah sampah plastik yang saat ini semakin banyak berserakan di
sekitar lingkunan SEKOLAH .
Sampah
plastik merupakan masalah yang sampai
saat ini belum bisa teratasi. Karena plastik merupakan bahan kimia yang sulit
terurai oleh tanah. Ini yang menjadi masalah besar agar kita mencari solusi dan
meminimalisir penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari agar sampah
plastik tidak menjadi gunung-gunung yang bisa merusak pemandangan lingkungan sekolah.
Langkah awal yang harus dilakukan oleh
para siswa dan para guru adalah harus membiasakan diri dengan kehidupan
sehari-hari yang bersih di lingkungan sekolah. Caranya adalah membuang sampah
pada tempatnya.
Adapun cara-cara lain yang lebih
menjurus ke kegiatan yang biasa dilakukan sehari-hari oleh para murid yaitu
seorang wali kelas membentuk jadwal piket harian agar kebersihan lingkungan sekolah
itu sendiri terjaga kebersihannya setiap hari. Dan juga setelah selesai
membersihkan ruang kelas ataupun ruangan lainnya harus ada kesadaran didalam
diri tiap individu untuk selalu menjaga kebersihan dimanapun berada.
Didalam suatu sekolah ada susunan
organisasi para pengajar dan staf-staf lainya, salah satunya adanya Cleaning
Service yang pekerjaannya adalah membersihkan seluruh lingkungan sekolah.
Cleaning Service itu sendiri harus sadar akan kebersihan lingkungan
sekolah dan merupakan
tanggung jawab pekerjaannya. Selain
itu, kita juga harus mampu untuk mengolah sampah plastik tersebut yang sulit
terurai menjadi sebuah barang yang bisa di daur ulang sehingga sampah plastik
menjadi berkurang dan lingkungan pun sedikit menjadi bersih.
Jadi untuk meningkatkan kebersihan di sekolah
harus saling menyadari bahwa pentingnya kebersihan lingkungan sekolah untuk
kenyamanan kita dalam memberi dan menerima pelajaran agar kita lebih fokus dalam
bidangnya masing-masing.
1.2
Rumusan Masalah
· Pengertian sampah plastik
· Jenis
–Jenis sampah pastik
· Pengertian
belajar
· Polusi tanah disebab sampah plastik
· Penanggulan sampah plastik
1.3
Tujuan
Penelitian
· Mengetahui arti dari sampah plastik
· Mengetahui jenis jenis sampah
plastik
· Mengetahui
polusi tanah yang disebabkan sampah plastik
· Memberikan
solusi dari penanggulangan sampah plastik di lingkungan sekolah
1.4
Manfaat
Penelitian
·
Meningkatkan kesadaran pembaca tentang bahaya sampah plastik
·
Membangun kesadaran tentang penggunaan barang pengganti yang
lebih ramah lingkungan
·
Mengetahui jenis-jenis plastik dan akibat yang ditimbulkan
sampah plastik
BAB II
Kerangka teori
Sekolah
merupakan lembaga formal yang berfungsi membantu khususnya orang tua dalam
memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada anak didiknya secara
lengkap sesuai dengan yang mereka butuhkan. Kebersihan lingkungan merupakan
komponen yang mempengaruhi dalam melaksanakan aktifitas belajar mengajar. Kebersihan
juga merupakan syarat mutlak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di
sekolah.
Pada
kenyataannya yang terlihat saat ini di SEKOLAH adalah masih minimnya tingkat
kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Adapun
penyebab minimnya kebersihan di SEKOLAH adalah fasilitas alat kebersihan yang
kurang memadai disetiap ruang kelas ataupun ruangan lainnya. Serta kurangnya
tingkat kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, seperti
membuang sampah sembarangan meskipun telah disediakan tempat khusus untuk
membuang sampah.
Ada
beberapa cara yang dapat dilakukan guna meningkatkan kebersihan SEKOLAH yakni
dengan cara menegaskan kegiatan piket kepada siswa dan memberi sanksi apabila
tidak melaksanakan tugasnya dengan baik; menerapkan peraturan LISA “Lihat
Sampah Ambil”; dan melakukan kegiatan gotong royong secara rutin untuk
membersihkan lingkungan sekolah minimal 1 minggu sekali.
Cara
diatas dilakukan agar terciptanya suasana lingkungan yang nyaman dalam proses
kegiatan belajar mengajar, karena semua itu tidak akan efektif apabila komponen
dari system sekolah tidak berjalan dengan baik. Salah satu dari komponen
sekolah adalah kebersihan sekolah. Bukan hanya murid yang merasa nyaman jika
lingkungan sekolah terjaga kebersihannya, para guru dan staf-staf lainnya juga
ikut merasa nyaman.
2.1Pengertian sampah plastik
Plastik
adalah senyawa polimer alkena dengan bentuk molekul sangat besar. Istilah
plastik, menurut pengertian kimia, mencakup produk polimerisasi sintetik atau
semi-sintetik. Molekul plastik terbentuk dari kondensasi organik atau
penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan
performa atau nilai ekonominya.
Plastik
adalah senyawa polimer alkena dengan bentuk molekul sangat besar. Istilah
plastik, menurut pengertian kimia, mencakup produk polimerisasi sintetik atau
semi-sintetik. Molekul plastik terbentuk dari kondensasi organik atau
penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan
performa atau nilai ekonominya.
Secara
alamiah, terdapat beberapa polimer (pengulangan tidak terhingga dari
monomer-monomer) yang digolongkan ke dalam kategori plastik. Secara fisik,
plastik bisa dibentuk atau dicetak menjadi lembar film atau serat sintetik,
yang disebabkan karena plastik juga bersifat "malleable" alias
memiliki sifat bisa dibentuk atau ditempa.
Dalam
proses industri dan pabrikasi, plastik dibuat dalam jenis yang sangat banyak.
Sifat-sifat bisa menerima tekanan, panas, keras juga lentur, dan bisa digabung
dengan partikel lain semisal karet, metal, dan keramik. Sehingga wajar jika
plastik bisa dipergunakan secara massa untuk banyak sekali keperluan. Bahkan
keranjang belanja yang umum dibawa ibu-ibu ke pasar juga kini diganti plastik
kresek yang berubah menjadi sampah begitu sampai di rumah.
2.2
Jenis-jenis
Sampah Plastik
1.
PET
— Polyethylene Terephthalate
Biasanya, pada bagian
bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 1 di
tengahnya dan tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah
segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus
pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman
lainnya. Mayoritas
bahan plastik PET di dunia untuk serat sintetis (sekitar 60 %), dalam
pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30
%) Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI, Bila terlalu
sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas,
akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan
zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker).
2.
HDPE
— High Density Polyethylene
Umumnya, pada bagian
bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di
tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga.
Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air
minum, kursi lipat, dan lain-lain.HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang
aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara
kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. HDPE
memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap
suhu tinggi. Sama
seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena
pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.
3.
V
— Polyvinyl Chloride
Tertera logo daur ulang
(terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V — V itu
berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur
ulang.Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan
botol-botol.PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas
dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan
tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC. Reaksi yang terjadi antara PVC
dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk
ginjal, hati dan berat badan.
Sebaiknya
kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan
pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun
pisang misalnya).
4.
LDPE
— Low Density Polyethylene
Tertera logo daur ulang
dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE – LDPE (low density
polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak
bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol
yang lembek.Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya,
fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten
terhadap senyawa kimia. Daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan
tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.Plastik ini dapat
didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi
kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia. Barang berbahan LDPE
ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit
bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.
5.
PP
— Polypropylene
Tertera logo daur ulang
dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP – PP (polypropylene)
adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan
dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan
terpenting botol minum untuk bayi.Karakteristik adalah biasa botol transparan
yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya
tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap
suhu tinggi dan cukup mengkilap. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli
barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.
6.
PS
— Polystyrene
Tertera logo daur ulang
dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS-PS biasa dipakai sebagai bahan
tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.Polystyrene
merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam
makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.Selain tempat makanan, styrene juga
bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi
gedung.Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak,
mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi,
dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur
ulang.bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan
lama.Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera
kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara
dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan
mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.
7.
Other
Tertera logo daur ulang
dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER – Other (SAN - styrene
acrylonitrile, ABS - acrylonitrile butadiene styrene, PC - polycarbonate,
Nylon). Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum
olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat
elektronik, dan plastik kemasan.
PC
- Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy
cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman,
termasuk kaleng susu formula.Dianjurkan untuk tidak dipergunakan untuk tempat
makanan ataupun minuman karena Bisphenol-A dapat berpindah ke dalam minuman
atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan.SAN dan ABS memiliki
resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan
tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada
mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat
gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.
Dalam
proses industri dan pabrikasi, plastik dibuat dalam jenis yang sangat banyak.
Sifat-sifat bisa menerima tekanan, panas, keras juga lentur, dan bisa digabung
dengan partikel lain semisal karet, metal, dan keramik. Sehingga wajar jika
plastik bisa dipergunakan secara massa untuk banyak sekali keperluan. Bahkan
keranjang belanja yang umum dibawa ibu-ibu ke pasar juga kini diganti plastik
kresek yang berubah menjadi sampah begitu sampai di rumah.
Limbah
plastik memang sudah menjadi permasalahan lama
yang dihadapi oleh kota-kota besar di negara berkembang khususnya Sekolah.
Limbah plastik selain berbahaya bagi
lingkungan karena memerlukan waktu ratusan tahun untuk mengurai, juga beberapa
jenis plastik yang belum menjadi sampah atau limbah pun telah dinyatakan
berbahaya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
2.3
Pengertian belajar
Belajar
merupakan kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam
setiap jenjang pendidikan. Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan
belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dan penting dalam keseluruhan
proses pendidikan.
Belajar
adalah proses atau usaha yang dilakukan tiap individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baik dalam
bentuk pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan nilai yang positif sebagai
pengalaman untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari.
Kegiatan belajar tersebut ada yang dilakukan di sekolah, di rumah, dan di
tempat lain seperti di museum, di laboratorium, di hutan dan dimana saja.
Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan
maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri dan akan menjadi penentu
terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar.
2.4
Polusi
tanah disebabkan sampah plastik
Timbulan sampah yang berasal dari limbah domestik dapat mengganggu atau
mencemari karena: lindi (air sampah), bau dan estika. Timbulan sampah juga
menutupi permukaan tanah sehingga tanah tidak bisa dimanfaatkan. Selain itu,
timbunan sampah dapat menghasilkan gas nitrogen dan asam sulfida, adanya zat
mercury, chrom dan arsen pada timbunan sampah dapat menimbulkan gangguan
terhadap bioorganisme tanah, tumbuhan, merusak struktur permukaan dan tekstur
tanah. Limbah lain seperti oksida logam, baik yang terlarut maupun tidak pada
permukaan tanah menjadi racun.
Sampah anorganik tidak ter-biodegradasi, yang menyebabkan lapisan
tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air sehingga
peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah
mikroorganisme di dalam tanahpun akan berkurang akibatnya tanaman sulit tumbuh
bahkan mati karena tidak memperoleh makanan untuk berkembang.
Dalam hal ini plastik yang mengandung logam berat seperti dioksin akan
sangat berbahaya bagi kesehatan, lingkungan termasuk tanah. Penurunan
kesuburan tanah akan meningkat setiap tahunya jika pembuatan plastik dalam
beberapa tahun kedepan terus meningkat. Tanah akan mudah tererosi karena
penumpukan sampah plastik di permukaan tanah. Selain itu juga, akan terjadi
degradasi lahan yang mengakibatkan lapisan permukaan tanah tertutupi oleh
sampah plastik tersebut. Apalgi untuk pertanian semakin besar tanah tersebut
tercemar oleh sampah plastik maka akan terjadi penurunan produksi pertanian
dalam suatu wilayah, hal ini disebabkan oleh sulitnya ssampah plastik tersebut
diolah dalam tanah dan akan terjadi defisiensi hara dalam tanah. Pasokan logam
berat yang terkandung dalam tanah akan diserap oleh tanaman dan mengakibatkan
banyak masalah bagi kelangsungan hidup baik organism tanah, manusia, hewan,
tanaman serta ekosistem akan terganggu.
2.5
Dampak sampah plastik terhadap lingkungan
Fakta tentang bahan pembuat plastik,
(umumnya polimer polivinil)
terbuat dari polychlorinated biphenyl (PCB) yang mempunyai struktur mirip DDT.
Serta kantong plastik yang sulit untuk diurai oleh tanah hingga membutuhkan
waktu antara 100 hingga 500 tahun. Akan memberikan akibat antara lain:
Ø
Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
Ø
Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam
tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.
Ø
PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh
binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai
makanan.
Ø
Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap
ke dalam tanah.
Ø
Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga
menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah
yang mampu meyuburkan tanah.
Ø
Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur
panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.
Ø
Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.
Ø
Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu
laut dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan
dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.
Ø
Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di
dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan
lainnya.
Ø
Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai
akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang
menyebabkan banjir.
BAB III
PENANGGULANGAN SAMPAH PLASTIK
3.1
Cara membuat minyak dari sampah plastik
Penanggulangan sampah plastik di sekolah bisa dimulai dengan hal
yang paling kecil yaitu membuang sampah pada tempatnya karena dengan membuang
sampah pada tempatnya kita dapat memperindah lingkungan sekolah. Penanggulangan sampah plastik juga bisa dengan membuat karya
yang layak memiliki nilai keindahan dan memiliki nilai jual sehingga limbah
plastik yang awalnya tidak
berguna bisa berguna lagi. Salah satu
contoh dari pemanfaatan sampah plastik adalah menjadi minyak. Minyak yang
didapat dari hasil pembakaran tersebut diduga kualitasnya lebih baik
dibandingkan dengan minyak tanah. Pembuatannya pun dapat dikatakan mudah dan
tidak membutuhkan biaya yang besar, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.
Siapkan kaleng
bekas sebagai tempat untuk menampung sampah plastic.
2.
Lubangi tutup
kaleng sehingga pipa besi dengan diameter ½ inch sepanjang ± 3m bisa masuk.
3.
Siapkan wadah
untuk menampung minyak dari proses pembakaran tersebut.
4.
Setelah itu,
bakar sampah plastik diatas api. Usahakan suhunya stabil agar proses
pembakarannya sempurna.
5.
Tunggu sampai
minyaknya mengalir dari pipa besi..
Bab iv
Kesimpulan & saran
4.1
Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di sekitar tempat
tinggal kita sudah banyak tercemar oleh sampah plastik. Plastik adalah senyawa
alkena dengan molekul yang sangat besar.
Sampah plastik terbagi menjadi 7 tipe yaitu:PET,
HDPE, V, LDPE, PP, PS, dll. Sampah ini sangat mudah didapatkan dimana-mana dan
berakibat buruk dimasa yang akan datang baik bagi lingkungan maupun bagi
kesehatan. Pencemaran tanah merupakan saah satu akibat dari sampah plastik. Penanggulangan sampah
plastik dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari membiasakan diri
dengan tidak membuang sampah
plastik secara sembarangan dan memakai bahan lain selain plastik sampai dengan
melakukan remedias
4.2.
Saran
Setelah
mengetahui kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal penulis, hendaknya pembaca
yang juga tinggal di lingkungan yang sama dengan penulis tergerak hatinya untuk
melestarikan lingkungan dan tidak membuang sampah secara sembarangan terutama
sampah plastik. Karena lingkungan ini adalah lingkungan kita yang penting untuk
dijaga kelestariannya untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Sebaiknya kita
mengurangi pemakaian kantong plastik dan menggantinya dengan bahan lain yang
lebih ramah lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
Darmadi,Kusmawan.2008. Daur Ulang
Sampah Plastik. Jakarta:Mentari Pustaka.
Nurbaya,Rita.2008.Manfaat Sampah Plastik.Bandung.Mentari
Pustaka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar