ALL ABOUT FILSAFAT

Jumat, 18 November 2016

Limbah Plastik

PENANGGULANGAN SAMPAH PLASTIK TERHADAP PROSES BELAJAR DI LINGKUNGAN SMA NEGERI 1 CILEGON



LEMBAR PENGESAHAN


Karya ilmiah yang berjudul :
“PENANGGULAN SAMPAH PLASTIK TERHADAP PROSES BELAJAR DI LINGKUNGAN SMA NEGERI 1 CILEGON”


Telah dibaca dan disetujui pada 15 April 2014



Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 1 Cilegon

Guru Pembimbing




H. Lili Halili, M.Pd.
NIP 19580203 198203 1 009




Sunariah,S.Pd.
                 NIP :






KATA PENGANTAR



Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunian-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan  judul “PENANGGULANGAN SAMPAH PLASTIK TERHADAP PROSES BELAJAR DI LINGKUNGAN SMA NEGERI 1 CILEGON”. Penyusunan  karya  ilmiah ini dalam rangka memenuhi tugas Bahasa Indonesia kelas XI semester 2.
Dalam menyelesaikan karya ilmiah ini penulis mengalami banyak kesulitan, salah satunya dalam hal pengumpulan data dan pengolahan limbah plastik tersebut. Selanjutnya penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya ilmiah, yaitu kepada Ibu Sunariah,S.Pd sebagai guru pembimbing dan kepada semua pihak yang lain yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan karya ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya karya ilmiah ini . 
Kami berharap semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi kami khususnya. Untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan mengurangi pemakaian plastik dalam kehidupan sehari-hari dan dapat mengolah sampah plastik menjadi barang-barang yang bisa dipakai kembali untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar.

Cilegon , 15 April 2014



       PENULIS  






BAB I
PENDAHULUAN


1.1           Latar Belakang
Siswa-siswi sekolah akan merasa nyaman berada di lingkungan sekolah yang lingkungannya bersih, bahkan bukan hanya para siswa saja yang merasa nyaman berada di tempat yang bersih, para pengajar pun akan merasakan nyaman dalam memberikan pelajaran kepada anak didiknya. Namun pada kenyataannya lingkungan SEKOLAH masih jauh dari harapan kebersihan yang maksimal. Untuk itu kami membuat karya ilmiah ini agar dapat membantu meningkatkan kebersihan lingkungan SEKOLAH terutama mengenai masalah sampah plastik yang saat ini semakin banyak berserakan di sekitar lingkunan SEKOLAH .
Sampah plastik  merupakan masalah yang sampai saat ini belum bisa teratasi. Karena plastik merupakan bahan kimia yang sulit terurai oleh tanah. Ini yang menjadi masalah besar agar kita mencari solusi dan meminimalisir penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari agar sampah plastik tidak menjadi gunung-gunung yang bisa merusak pemandangan lingkungan sekolah.    
Langkah awal yang harus dilakukan oleh para siswa dan para guru adalah harus membiasakan diri dengan kehidupan sehari-hari yang bersih di lingkungan sekolah. Caranya adalah membuang sampah pada tempatnya.
Adapun cara-cara lain yang lebih menjurus ke kegiatan yang biasa dilakukan sehari-hari oleh para murid yaitu seorang wali kelas membentuk jadwal piket harian agar kebersihan lingkungan sekolah itu sendiri terjaga kebersihannya setiap hari. Dan juga setelah selesai membersihkan ruang kelas ataupun ruangan lainnya harus ada kesadaran didalam diri tiap individu untuk selalu menjaga kebersihan dimanapun berada.
Didalam suatu sekolah ada susunan organisasi para pengajar dan staf-staf lainya, salah satunya adanya Cleaning Service yang pekerjaannya adalah membersihkan seluruh lingkungan sekolah.  Cleaning Service itu sendiri harus sadar akan kebersihan lingkungan sekolah dan merupakan tanggung jawab pekerjaannya. Selain itu, kita juga harus mampu untuk mengolah sampah plastik tersebut yang sulit terurai menjadi sebuah barang yang bisa di daur ulang sehingga sampah plastik menjadi berkurang dan lingkungan pun sedikit menjadi bersih.
Jadi untuk meningkatkan kebersihan di sekolah harus saling menyadari bahwa pentingnya kebersihan lingkungan sekolah untuk kenyamanan kita dalam memberi dan menerima pelajaran agar kita lebih fokus dalam bidangnya masing-masing.

1.2            Rumusan Masalah
·      Pengertian sampah plastik
·      Jenis –Jenis  sampah pastik 
·      Pengertian belajar
·      Polusi tanah disebab sampah plastik
·      Penanggulan sampah plastik

1.3     Tujuan Penelitian
·      Mengetahui arti dari sampah plastik
·      Mengetahui jenis jenis sampah plastik
·      Mengetahui polusi tanah yang disebabkan sampah plastik
·      Memberikan solusi dari penanggulangan sampah plastik di lingkungan sekolah


1.4                Manfaat Penelitian
·         Meningkatkan kesadaran pembaca tentang bahaya sampah plastik
·         Membangun kesadaran tentang penggunaan barang pengganti yang lebih ramah lingkungan
·         Mengetahui jenis-jenis plastik dan akibat yang ditimbulkan sampah plastik 


















BAB II
Kerangka teori


Sekolah merupakan lembaga formal yang berfungsi membantu khususnya orang tua dalam memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada anak didiknya secara lengkap sesuai dengan yang mereka butuhkan. Kebersihan lingkungan merupakan komponen yang mempengaruhi dalam melaksanakan aktifitas belajar mengajar. Kebersihan juga merupakan syarat mutlak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Pada kenyataannya yang terlihat saat ini di SEKOLAH adalah masih minimnya tingkat kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Adapun penyebab minimnya kebersihan di SEKOLAH adalah fasilitas alat kebersihan yang kurang memadai disetiap ruang kelas ataupun ruangan lainnya. Serta kurangnya tingkat kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah,  seperti membuang sampah sembarangan meskipun telah disediakan tempat khusus untuk membuang sampah.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guna meningkatkan kebersihan SEKOLAH yakni dengan cara menegaskan kegiatan piket kepada siswa dan memberi sanksi apabila tidak melaksanakan tugasnya dengan baik; menerapkan peraturan LISA “Lihat Sampah Ambil”; dan melakukan kegiatan gotong royong secara rutin untuk membersihkan lingkungan sekolah minimal 1 minggu sekali.
Cara diatas dilakukan agar terciptanya suasana lingkungan yang nyaman dalam proses kegiatan belajar mengajar, karena semua itu tidak akan efektif apabila komponen dari system sekolah tidak berjalan dengan baik. Salah satu dari komponen sekolah adalah kebersihan sekolah. Bukan hanya murid yang merasa nyaman jika lingkungan sekolah terjaga kebersihannya, para guru dan staf-staf lainnya juga ikut merasa nyaman.

2.1Pengertian sampah plastik
Plastik adalah senyawa polimer alkena dengan bentuk molekul sangat besar. Istilah plastik, menurut pengertian kimia, mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Molekul plastik terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau nilai ekonominya.
Plastik adalah senyawa polimer alkena dengan bentuk molekul sangat besar. Istilah plastik, menurut pengertian kimia, mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Molekul plastik terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau nilai ekonominya.
Secara alamiah, terdapat beberapa polimer (pengulangan tidak terhingga dari monomer-monomer) yang digolongkan ke dalam kategori plastik. Secara fisik, plastik bisa dibentuk atau dicetak menjadi lembar film atau serat sintetik, yang disebabkan karena plastik juga bersifat "malleable" alias memiliki sifat bisa dibentuk atau ditempa.
Dalam proses industri dan pabrikasi, plastik dibuat dalam jenis yang sangat banyak. Sifat-sifat bisa menerima tekanan, panas, keras juga lentur, dan bisa digabung dengan partikel lain semisal karet, metal, dan keramik. Sehingga wajar jika plastik bisa dipergunakan secara massa untuk banyak sekali keperluan. Bahkan keranjang belanja yang umum dibawa ibu-ibu ke pasar juga kini diganti plastik kresek yang berubah menjadi sampah begitu sampai di rumah. 

2.2           Jenis-jenis Sampah  Plastik
1.      PET — Polyethylene Terephthalate
Biasanya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Mayoritas bahan plastik PET di dunia untuk serat sintetis (sekitar 60 %), dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30 %) Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI, Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker).

2.      HDPE — High Density Polyethylene
Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain.HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

3.      V — Polyvinyl Chloride
Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V — V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang.Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol.PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

4.      LDPE — Low Density Polyethylene
Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE – LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia. Daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.    
               
5.    PP — Polypropylene
Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP – PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.
       
6.      PS — Polystyrene
Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS-PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang.bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.
7.      Other
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER – Other (SAN - styrene acrylonitrile, ABS - acrylonitrile butadiene styrene, PC - polycarbonate, Nylon). Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. PC - Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.Dianjurkan untuk tidak dipergunakan untuk tempat makanan ataupun minuman karena Bisphenol-A dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan.SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.

Dalam proses industri dan pabrikasi, plastik dibuat dalam jenis yang sangat banyak. Sifat-sifat bisa menerima tekanan, panas, keras juga lentur, dan bisa digabung dengan partikel lain semisal karet, metal, dan keramik. Sehingga wajar jika plastik bisa dipergunakan secara massa untuk banyak sekali keperluan. Bahkan keranjang belanja yang umum dibawa ibu-ibu ke pasar juga kini diganti plastik kresek yang berubah menjadi sampah begitu sampai di rumah.
Limbah plastik memang sudah menjadi permasalahan lama yang dihadapi oleh kota-kota besar di negara berkembang khususnya Sekolah. Limbah plastik  selain berbahaya bagi lingkungan karena memerlukan waktu ratusan tahun untuk mengurai, juga beberapa jenis plastik yang belum menjadi sampah atau limbah pun telah dinyatakan berbahaya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

2.3           Pengertian  belajar
Belajar merupakan kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap jenjang pendidikan. Dalam keseluruhan proses pendidikan,  kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dan penting dalam keseluruhan proses pendidikan.
Belajar adalah proses atau usaha yang dilakukan tiap individu untuk memperoleh  suatu perubahan tingkah laku baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan nilai yang positif sebagai pengalaman untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari. Kegiatan belajar tersebut ada yang dilakukan di sekolah, di rumah, dan di tempat lain seperti di museum, di laboratorium, di hutan dan dimana saja. Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri dan akan menjadi penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar.

2.4           Polusi tanah disebabkan sampah plastik
Timbulan sampah yang berasal dari limbah domestik dapat mengganggu atau mencemari karena: lindi (air sampah), bau dan estika. Timbulan sampah juga menutupi permukaan tanah sehingga tanah tidak bisa dimanfaatkan. Selain itu, timbunan sampah dapat menghasilkan gas nitrogen dan asam sulfida, adanya zat mercury, chrom dan arsen pada timbunan sampah dapat menimbulkan gangguan terhadap bioorganisme tanah, tumbuhan, merusak struktur permukaan dan tekstur tanah. Limbah lain seperti oksida logam, baik yang terlarut maupun tidak pada permukaan tanah menjadi racun.
Sampah anorganik tidak ter-biodegradasi, yang menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air sehingga peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanahpun akan berkurang akibatnya tanaman sulit tumbuh bahkan mati karena tidak memperoleh makanan untuk berkembang.
Dalam hal ini plastik yang mengandung logam berat seperti dioksin akan sangat berbahaya bagi kesehatan, lingkungan termasuk tanah. Penurunan kesuburan tanah akan meningkat setiap tahunya jika pembuatan plastik dalam beberapa tahun kedepan terus meningkat. Tanah akan mudah tererosi karena penumpukan sampah plastik di permukaan tanah. Selain itu juga, akan terjadi degradasi lahan yang mengakibatkan lapisan permukaan tanah tertutupi oleh sampah plastik tersebut. Apalgi untuk pertanian semakin besar tanah tersebut tercemar oleh sampah plastik maka akan terjadi penurunan produksi pertanian dalam suatu wilayah, hal ini disebabkan oleh sulitnya ssampah plastik tersebut diolah dalam tanah dan akan terjadi defisiensi hara dalam tanah. Pasokan logam berat yang terkandung dalam tanah akan diserap oleh tanaman dan mengakibatkan banyak masalah bagi kelangsungan hidup baik organism tanah, manusia, hewan, tanaman serta ekosistem akan terganggu.
                                                         
2.5         Dampak sampah plastik terhadap lingkungan
Fakta tentang bahan pembuat plastik, (umumnya polimer polivinil) terbuat dari polychlorinated biphenyl (PCB) yang mempunyai struktur mirip DDT. Serta kantong plastik yang sulit untuk diurai oleh tanah hingga membutuhkan waktu antara 100 hingga 500 tahun. Akan memberikan akibat antara lain:
Ø   Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
Ø   Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.
Ø   PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.
Ø   Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.
Ø   Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.
Ø   Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.
Ø   Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.
Ø   Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.
Ø   Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya.
Ø   Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.











BAB III
PENANGGULANGAN SAMPAH PLASTIK


3.1           Cara membuat minyak dari sampah plastik
Penanggulangan sampah plastik di sekolah bisa dimulai dengan hal yang paling kecil yaitu membuang sampah pada tempatnya karena dengan membuang sampah pada tempatnya kita dapat memperindah lingkungan sekolah. Penanggulangan sampah plastik juga bisa dengan membuat karya yang layak memiliki nilai keindahan dan memiliki nilai jual sehingga limbah plastik yang awalnya tidak berguna bisa berguna lagi. Salah satu contoh dari pemanfaatan sampah plastik adalah menjadi minyak. Minyak yang didapat dari hasil pembakaran tersebut diduga kualitasnya lebih baik dibandingkan dengan minyak tanah. Pembuatannya pun dapat dikatakan mudah dan tidak membutuhkan biaya yang besar, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Siapkan kaleng bekas sebagai tempat untuk menampung sampah plastic.
2.      Lubangi tutup kaleng sehingga pipa besi dengan diameter ½ inch sepanjang ± 3m bisa masuk.
3.      Siapkan wadah untuk menampung minyak dari proses pembakaran tersebut.
4.      Setelah itu, bakar sampah plastik diatas api. Usahakan suhunya stabil agar proses pembakarannya sempurna.
5.      Tunggu sampai minyaknya mengalir dari pipa besi..   


Bab iv
Kesimpulan & saran


4.1           Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal kita sudah banyak tercemar oleh sampah plastik. Plastik adalah senyawa alkena dengan molekul yang sangat besar. Sampah plastik terbagi menjadi 7 tipe yaitu:PET, HDPE, V, LDPE, PP, PS, dll. Sampah ini sangat mudah didapatkan dimana-mana dan berakibat buruk dimasa yang akan datang baik bagi lingkungan maupun bagi kesehatan. Pencemaran tanah merupakan saah satu akibat dari sampah plastik. Penanggulangan sampah plastik dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari membiasakan diri dengan tidak membuang sampah plastik secara sembarangan dan memakai bahan lain selain plastik sampai dengan melakukan remedias

4.2.         Saran
Setelah mengetahui kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal penulis, hendaknya pembaca yang juga tinggal di lingkungan yang sama dengan penulis tergerak hatinya untuk melestarikan lingkungan dan tidak membuang sampah secara sembarangan terutama sampah plastik. Karena lingkungan ini adalah lingkungan kita yang penting untuk dijaga kelestariannya untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Sebaiknya kita mengurangi pemakaian kantong plastik dan menggantinya dengan bahan lain yang lebih ramah lingkungan.
                                                

DAFTAR PUSTAKA

Darmadi,Kusmawan.2008. Daur Ulang Sampah Plastik. Jakarta:Mentari Pustaka.
Nurbaya,Rita.2008.Manfaat Sampah Plastik.Bandung.Mentari Pustaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar