ALL ABOUT FILSAFAT

Jumat, 18 November 2016

Karya Non Fiksi

Kado Terindah

Pasti kalian tahu kumpulan cerpen yang sangat diminati oleh anak-anak. Cerpen yang dikenal sangat menarik dan penuh dengan dunia khayal. Yah, KKPK sangatlah diminati oleh kalangan muda. KKPK yang merupakan kepanjangan dari Kecil-Kecil Punya Karya memiliki banyak sekali judul buku yang menarik. Salah satunya adalah buku yang ditulis oleh Putri Salsa yang berumur 11 tahun, yaitu My Candy. Buku ini diterbitkan pertama kali oleh DAR! Mizan pada tahun 2007.
          Salah satu ceritanya yaitu kisah dari Nadya yang memiliki teman yang sangatlah sombong, suka menyontek, bergosip, berbohong, dan suka mengikuti gaya-gaya orang di sekitarnya. Namanya adalah Mita. Nadya sangatlah tidak menyukai Mita, terlebih lagi Nadya sangat membenci orang yang suka berbohong.
          Mita sangatlah ingin terlihat pintar di depan teman-temannya namun dia sendiri tidak suka belajar. Akibatnya, ketika ulangan, dia mencari cara apapun agar dia mendapat nilai bagus. Dia juga sering mencontek hasil ulangan milik Nadya. Karena Nadya sudah terlalu muak dengan tingkahnya Mita, Nadya ingin berbuat sesuatu untuk Mita agar dia dapat sadar akan sikap buruknya tersebut.
          Kebetulan Nadya memiliki ruang laboratorium mini, sehingga dia hendak membuat sesuatu untuk Mita. Perlahan dia menyiapkan permen, cream, air gula, soda, milk shake coklat, DLL. di dalam ruang laboratoriumnya tersebut. Akhirnya dia berhasil membuat permen. Dan permen tersebut akan diberikan kepada Mita pada saat snack time. Akhirnya Nadya berhasil memberikan permen tersebut kepada Mita. Setelah itu, Mita tidak pernah berhenti berucap apa yang sebenarnya merupakan rahasia yang selalu dia tutupi selamanya. Dan dia baru berhenti berbicara setelah permen yang merupakan permen kejujuran tersebut tidak bereaksi lagi sekitar 2 jam lamanya.
Dalam buku ini pun tidak hanya terdapat cerpen permen kejujuran saja, namun terdapat cerpen yang tidak kalah menariknya yaitu Jam Ajaib untuk Faiz. Cerpen ini bercerita tentang betapa susahnya untuk bisa membangukan Faiz dari tidurnya. Walaupun di kamarnya sudah di pasang jam weaker 6 sekaligus. Namun tetap saja tidak membuat Faiz bangun dari tidurnya. Ayah dan Bunda Faiz sangat berputus asa untuk mencari cara agar Faiz mudah dibangunkan saat pagi hari.
Namun keadaan tersebut tidak sama dengan Nadya. Nadya terus mencari cara agar dapat membangunkan adiknya tersebut tanpa harus kita  yang membangunkannya. Akhirnya Nadya menemukan ide. Dia masuk ke ruang laboratoriumnya dan segera membuat jam weaker yang ukurannya lebih besar daripada jam weaker yang sebelumnnya Faiz miliki. Nadya membuat robot jam weaker dengan 4 tangan. Dan di pasang bersamaan dengan keenam jam weakernya. Dan ternyata berhasil, Faiz bangun dari tempat tidurnya karena dia merasa kegelian karena robot weaker yang dibuat Nadya. Akhirnya, Faiz tidak lagi bangun terlambat.
Di dalam cerpen pertama bertemakan tentang anak yang sombong dan tidak memiliki rasa percaya diri. Sedangkan di cerpen kedua bertemakan Faiz yang selalu telat bangun tidur. Kedua cerpen ini sama-sama menggunakan alur maju. Dikarenakan si penulis menceritakan kejadian dari awal sampai akhir. Dan dalam buku ini, sudut pandang penulis menjadi orang ketiga serba tahu, dimana penulis mengetahui dengan jelas karakter dari tokoh utama cerita tersebut dan mengetahui dengan jelas setiap peristiwanya.
Dalam buku ini, gaya bahasa yang digunakan adalah menggunakan gaya bahasa konotasi atau makna sebenarnya. Cerita ini mempunyai beberapa latar tempat yaitu salah satu nya adalah sekolah, ruang laboratorium mini, dan rumah. Latar suasananya sangat menegangkan, menyenangkan, dan menyebalkan. Sedangkan latar waktunya yaitu pagi hari, siang hari saat  sanck time, dll..
Tokoh yang terlibat dari kedua cerpen tersebu adalah Nadya. Dia adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Nadya adalah anak yang rajin, pintar, dan tidak suka berbohong. Setelah Nadya ada Faiz, Faiz sebenarnya anak pintar, hanya saja dia memiliki gangguan dalam tidurnya, sehinggga dia sulit untuk bangun pagi. Kemudian Mita, dia adalah anak yang sombong, sok rajin, dan merasa paling benar. Ada ayah yang memilki sifat bijaksana dan penyayang. Dan ibu yang bisa mengerti kebutuhan anaknya dan pastinya selalu menyayangi anak-anaknya.
Setelah kita membaca kedua cerpen ini, ternyata terdapat kesamaan moril  yang tersirat yang bisa kita pahami. Yaitu kita harus belajar dari hal-hal sebelumnya. Dan berusaha untuk bisa merubah sifat jelek kita. Dan kita diajarkan untuk saling mengingatkan.Kekurangan dari cerpen ini, bahasanya masih banyak yang tidak tepat. Dan juga pemilihan judulnya kurang menarik. Andai saja buku ini diperbaiki lagi dari pemilihan katanya, pasti buku ini jauh lebih menarik dari sebelumnya. Dan pembacanya tidak merasa bosan.
Kelebihan dari buku ini yaitu covernya yang penuh dengan warna-warna yang indah dan dilengkapi gambar-gambar yang lucu membuat pembaca menjadi terpikat dan merasa penasaran.

Menurut saya mengenai buku ini yaitu sangat cocok untuk dibaca oleh kalangan anak-anak. Membuat imajinasi anak menjadi lebih luas dan berfikir lebih kritis lagi. Dan lagi pemilihan kata yang mudah dimengerti membuat anak-anak merasa paham apa yang dimaksud dari penulis.      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar