Pasti kalian tahu
kumpulan cerpen yang sangat diminati oleh anak-anak. Cerpen yang dikenal sangat
menarik dan penuh dengan dunia khayal. Yah, KKPK sangatlah diminati oleh
kalangan muda. KKPK yang merupakan kepanjangan dari Kecil-Kecil Punya Karya
memiliki banyak sekali judul buku yang menarik. Salah satunya adalah buku yang
ditulis oleh Putri Salsa yang berumur 11 tahun, yaitu My Candy. Buku ini
diterbitkan pertama kali oleh DAR! Mizan pada tahun 2007.
Salah
satu ceritanya yaitu kisah dari Nadya yang memiliki teman yang sangatlah
sombong, suka menyontek, bergosip, berbohong, dan suka mengikuti gaya-gaya
orang di sekitarnya. Namanya adalah Mita. Nadya sangatlah tidak menyukai Mita,
terlebih lagi Nadya sangat membenci orang yang suka berbohong.
Mita
sangatlah ingin terlihat pintar di depan teman-temannya namun dia sendiri tidak
suka belajar. Akibatnya, ketika ulangan, dia mencari cara apapun agar dia
mendapat nilai bagus. Dia juga sering mencontek hasil ulangan milik Nadya.
Karena Nadya sudah terlalu muak dengan tingkahnya Mita, Nadya ingin berbuat
sesuatu untuk Mita agar dia dapat sadar akan sikap buruknya tersebut.
Kebetulan
Nadya memiliki ruang laboratorium mini, sehingga dia hendak membuat sesuatu
untuk Mita. Perlahan dia menyiapkan permen, cream, air gula, soda, milk shake
coklat, DLL. di dalam ruang laboratoriumnya tersebut. Akhirnya dia berhasil
membuat permen. Dan permen tersebut akan diberikan kepada Mita pada saat snack time. Akhirnya Nadya berhasil
memberikan permen tersebut kepada Mita. Setelah itu, Mita tidak pernah berhenti
berucap apa yang sebenarnya merupakan rahasia yang selalu dia tutupi selamanya.
Dan dia baru berhenti berbicara setelah permen yang merupakan permen kejujuran
tersebut tidak bereaksi lagi sekitar 2 jam lamanya.
Dalam buku ini pun
tidak hanya terdapat cerpen permen kejujuran saja, namun terdapat cerpen yang
tidak kalah menariknya yaitu Jam Ajaib untuk Faiz. Cerpen ini bercerita tentang
betapa susahnya untuk bisa membangukan Faiz dari tidurnya. Walaupun di kamarnya
sudah di pasang jam weaker 6 sekaligus. Namun tetap saja tidak membuat Faiz
bangun dari tidurnya. Ayah dan Bunda Faiz sangat berputus asa untuk mencari
cara agar Faiz mudah dibangunkan saat pagi hari.
Namun keadaan
tersebut tidak sama dengan Nadya. Nadya terus mencari cara agar dapat
membangunkan adiknya tersebut tanpa harus kita
yang membangunkannya. Akhirnya Nadya menemukan ide. Dia masuk ke ruang
laboratoriumnya dan segera membuat jam weaker yang ukurannya lebih besar
daripada jam weaker yang sebelumnnya Faiz miliki. Nadya membuat robot jam
weaker dengan 4 tangan. Dan di pasang bersamaan dengan keenam jam weakernya.
Dan ternyata berhasil, Faiz bangun dari tempat tidurnya karena dia merasa
kegelian karena robot weaker yang dibuat Nadya. Akhirnya, Faiz tidak lagi bangun
terlambat.
Di dalam cerpen
pertama bertemakan tentang anak yang sombong dan tidak memiliki rasa percaya
diri. Sedangkan di cerpen kedua bertemakan Faiz yang selalu telat bangun tidur.
Kedua cerpen ini sama-sama menggunakan alur maju. Dikarenakan si penulis
menceritakan kejadian dari awal sampai akhir. Dan dalam buku ini, sudut pandang
penulis menjadi orang ketiga serba tahu, dimana penulis mengetahui dengan jelas
karakter dari tokoh utama cerita tersebut dan mengetahui dengan jelas setiap
peristiwanya.
Dalam buku ini, gaya
bahasa yang digunakan adalah menggunakan gaya bahasa konotasi atau makna
sebenarnya. Cerita ini mempunyai beberapa latar tempat yaitu salah satu nya
adalah sekolah, ruang laboratorium mini, dan rumah. Latar suasananya sangat
menegangkan, menyenangkan, dan menyebalkan. Sedangkan latar waktunya yaitu pagi
hari, siang hari saat sanck time, dll..
Tokoh yang terlibat
dari kedua cerpen tersebu adalah Nadya. Dia adalah anak pertama dari 2
bersaudara. Nadya adalah anak yang rajin, pintar, dan tidak suka berbohong.
Setelah Nadya ada Faiz, Faiz sebenarnya anak pintar, hanya saja dia memiliki
gangguan dalam tidurnya, sehinggga dia sulit untuk bangun pagi. Kemudian Mita,
dia adalah anak yang sombong, sok rajin, dan merasa paling benar. Ada ayah yang
memilki sifat bijaksana dan penyayang. Dan ibu yang bisa mengerti kebutuhan
anaknya dan pastinya selalu menyayangi anak-anaknya.
Setelah kita membaca
kedua cerpen ini, ternyata terdapat kesamaan moril yang tersirat yang bisa kita pahami. Yaitu
kita harus belajar dari hal-hal sebelumnya. Dan berusaha untuk bisa merubah
sifat jelek kita. Dan kita diajarkan untuk saling mengingatkan.Kekurangan dari
cerpen ini, bahasanya masih banyak yang tidak tepat. Dan juga pemilihan
judulnya kurang menarik. Andai saja buku ini diperbaiki lagi dari pemilihan
katanya, pasti buku ini jauh lebih menarik dari sebelumnya. Dan pembacanya
tidak merasa bosan.
Kelebihan dari buku
ini yaitu covernya yang penuh dengan warna-warna yang indah dan dilengkapi
gambar-gambar yang lucu membuat pembaca menjadi terpikat dan merasa penasaran.
Menurut saya mengenai
buku ini yaitu sangat cocok untuk dibaca oleh kalangan anak-anak. Membuat
imajinasi anak menjadi lebih luas dan berfikir lebih kritis lagi. Dan lagi
pemilihan kata yang mudah dimengerti membuat anak-anak merasa paham apa yang
dimaksud dari penulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar