ALL ABOUT FILSAFAT

Senin, 31 Oktober 2016

Prinsip Pengembangan Kurikulum

MAKALAH PENGEMBANGAN KURIKULUM




KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Evaluasi Kurikulum tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari Mata Kuliah Kurikulum dan Pembelajaran pada semester 3.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah  tentang prinsip-prinsip pengembangan kurikulum ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca, khususnya bagi tenaga pengajar dan kependidikan.

Serang, 30 September 2016

Penyusun




BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan yang mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum dangant diperlukan oleh lembaga pendidikan terutama tenaga pendidik, dikarenakan melakui kurikulum guru dapat memiliki acuan dalam melakukan proses pembelajaran. Disisi lain, kurikulum juga berperan sebagai pedoman bagi lembaga pendidikan khususnya sekolah untuk memberikan hal-hal yang diperlukan oleh siswa dalam hal belajar.
Kurikulum bukan semata-mata hanya sebagai pedoman dalam pembelajaran, akan tetapi berisi berbagai hal yang menyangkut pendidikan seperti kompetensi dasar yang harus dipenuhi oleh guru untuk mengajar, peraturan yang berkaitan dengan sekolah, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kurikulum harus terus mengalami pengembangan baik dari isi maupun strukturnya yang harus mengikuti perkembangan jaman.
Sebelum kurikulum diberlakukan secara nasional, diperlukan adanya fase pengembangan di mana kurikulum yang baru tersebut dirancang dengan cermat dan diuji-cobakan dalam lingkungan terbatas, sebelum akhirnya di putuskan untuk disebarluaskan ke semua lembaga pendidikan. Berbagai upaya perlu dilakukan selama fase pengembangan, termasuk kedalamnya evaluasi dan perbaikan. Melalui fase pengembangan, kurikulum yang baru tersebut akan disesuaikan terlebih dahulu berdasarkan hasil evaluasi, sebelum diberlakukn dalam sistem yang ada. Evaluasi yang tepat dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mendukung terwujudnya fase pengembangan ini dengan efektif dan bermakna. Dari hasil-hasil evaluasi ini lah pihak pengembang dapat mengadakan perbaikan dan penyesuaian sebelum kurikulum yang baru tersebut terlanjur disebarluaskan secara nasional.



B.     RUMUSAN MASALAH
            1.      Bagiamana hakikat evaluasi kurikulum?
            2.      Apa dimensi evaluasi kurikulum?
            3.      Bagaimanakah prinsip-prinsip evaluasi kurikulum?
            4.      Apakah fungsi dari evaluasi kurikulum?
            5.      Bagaimanakah prosedur-prosedur dalam mengevaluasi kurikulum?

C.  TUJUAN MASALAH
            1.      Menjelaskan hakikat dari evaluasi kurikulum.
            2.      Mengetahui dimensi-dimensi yang ada di evaluasi kurikulum.
            3.      Menjelaskan prinsip-prinsip dari evaluasi kurikulum.
            4.      Mengetahui fungsi dari evaluasi kurikulum.
            5.      Menjelaskan prosedur-prosedur dalam mengevaluasi kurikulum.




BAB III
PEMBAHASAN
A.    Hakikat Evaluasi Kurikulum
Evaluasi pada dasarnya adalah proses penentuan nilai sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Dalam proses evaluasi terdapat beberapa komponen, yaitu mengumpulkan data/informasi yang diperlukan sebagai dasar dalam menentukan nilai sesuatu yang menjadi obyek evaluasi. Evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan pendidikan pada umumnya, maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum. Hasil-hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijaksanaan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan pengembangan sistem pendidikan dan modal pengembangan kurikulum yang digunakan. Hasil evaluasi kurikulum juga dapat dipakai oleh guru, kepala sekolah maupun para pelaksana pendidikan lainnya untuk mengetahui perkembangan siswa, memilih bahan pelajaran, memilih metode serta cara penilaian pendidikan.
Evaluasi kurikulum sulit dirumuskan secara tegas, sebab evaluasi kurikulum selalu berkenaan dengan fenomena-fenomena yang terus berubah, selain itu obyek evaluasi kurikulum juga berubah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang diterapkan serta evaluasi kurikulum itu dilakukan oleh seseorang yang sifatnya juga berubah.
Menurut Stufflebeam, ada tiga hal penting yang tercakup dalam proses evaluasi, (a) menetapkan suatu nilai, (b) adanya suatu kriteria, (c) adanya deskripsi program sebagai obyek penilaian. Komponen lain yang dapat menunjang keberhasilan evaluasi kurikulum yaitu pertimbangan. Pertimbangan merupakan hasil yang sangat penting dalam proses evaluasi. Pertimbangan tersebut diharapkan tepat jika informasi yang diperoleh juga tepat. Oleh karena itu, pengumpulan informasi harus didasarkan pada rencana pertimbangan yang telah ditetapkan, pertimbangan yang diambil tidak harus menuntut adanya pengambilan tindakan. Sebagai contoh, seorang kepala sekolah mempertimbangkan bahwa suatu kurikulum yang baru akan lebih efektif. Sedang komponen yang terakhir yaitu pembuatan keputusan. Komponen ini merupakan tujuan akhir dari evaluasi kurikulum. Dalam pembuatan keputusan harus dipikirkan dengan matang karena dalam keputusan tersebut yang akan membawa ke arah yang positif / negatif.
“Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan”

  
      


BAB IV
PENUTUP
A.    KESIMPULAN

B.     SARAN
Berdasarkan makalah ini, sebagai calon pendidik harus memiliki kemampuan dalam memahami kurikulum yang ada. Pengembangan kurikulum juga masih harus melalui proses evaluasi agar menghasilkan kurikulum yang baru dengan peningkatan mutu maupun isi dari kurikulum baru tersebut. Dalam makalah ini, pemakalah masih harus terus membaca dan mencari tahu mengenai masalah kurikulum baik pengembangan, penentuan, dan bahkan pengevaluasian terhadap kurikulum. Agar makalah ini dapat tersusun dan tertata sesuai dengan kasus maupun teori yang ada dan dapat di pertnggungjawabkan.


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.PT.Bina Aksara.Jakarta.1987
Khamdun,Ibnu.Evaluasi Kurikulum.diakses pada 06 Oktobeer 2016 jam 09.54. http://makalah-ibnu.blogspot.co.id/2010/01/evaluasi-kurikulum.html?m=1
Nana,Sudjana.Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah.CV.Sinar Baru.Bandung.1991.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar