CONTOH
SOAL
1.
Sebuah kumparan memiliki jumlah
lilitan 1000 mengalami perubahan fluks magnetik dari 3 x 10−5 Wb
menjadi 5 x 10− 5 Wb dalam selang waktu 10 ms. Tentukan ggl induksi
yang timbul!
Pembahasan
Data dari soal :
Jumlah lilitan N = 1000
Selang waktu Δ t = 10 ms = 10 x 10−3 sekon
Selisih fluks Δ φ = 5 x 10− 5− 3 x 10− 5 = 2 x 10− 5 Wb

Pembahasan
Data dari soal :
Jumlah lilitan N = 1000
Selang waktu Δ t = 10 ms = 10 x 10−3 sekon
Selisih fluks Δ φ = 5 x 10− 5− 3 x 10− 5 = 2 x 10− 5 Wb

2.
Sebuah generator listrik AC
menghasilkan tegangan sesuai persamaan berikut:

Tentukan:
a) Frekuensi sumber listrik
b) Tegangan maksimum yang dihasilkan
c) Nilai tegangan efektif sumber
Tentukan:
a) Frekuensi sumber listrik
b) Tegangan maksimum yang dihasilkan
c) Nilai tegangan efektif sumber
Pembahasan
a) Frekuensi sumber listrik

b) Tegangan maksimum yang dihasilkan

c) Nilai tegangan efektif sumber

a) Frekuensi sumber listrik

b) Tegangan maksimum yang dihasilkan
c) Nilai tegangan efektif sumber

1. Generator
Generator dibedakan menjadi dua, yaitu generator
arus searah (DC) dan generator arus bolak-balik (AC). Baik generator AC dan
generator DC memutar kumparan di dalam medan magnet tetap. Generator AC sering
disebut alternator. Arus listrik yang dihasilkan berupa arus bolak-balik. Ciri
generator AC menggunakan cincin ganda. Generator arus DC, arus yang dihasilkan
berupa arus searah. Ciri generator DC menggunakan cincin belah (komutator).
Jadi, generator AC dapat diubah menjadi generator DC dengan cara mengganti
cincin ganda dengan sebuah komutator.
Sebuah generator AC kumparan berputar di antara
kutubkutub yang tak sejenis dari dua magnet yang saling berhadapan. Kedua kutub
magnet akan menimbulkan medan magnet. Kedua ujung kumparan dihubungkan dengan
sikat karbon yang terdapat pada setiap cincin. Kumparan merupakan bagian
generator yang berputar (bergerak) disebut rotor. Magnet tetap merupakan bagian
generator yang tidak bergerak disebut stator. Bagaimanakah generator bekerja?
Bagan generator AC
Ketika kumparan sejajar dengan arah medan magnet
(membentuk sudut 00), belum terjadi arus listrik dan tidak
terjadi GGL induksi. Pada saat kumparan berputar perlahan-lahan, arus dan GGL
beranjak naik sampai kumparan membentuk sudut 900. Saat itu posisi
kumparan tegak lurus dengan arah medan magnet. Pada kedudukan ini kuat arus dan
GGL induksi menunjukkan nilai maksimum. Selanjutnya, putaran kumparan terus
berputar, arus dan GGL makin berkurang. Ketika kumparan membentuk sudut 1800
kedudukan kumparan sejajar dengan arah medan magnet, maka GGL induksi dan arus
induksi menjadi nol.
Putaran kumparan berikutnya arus dan tegangan mulai
naik lagi dengan arah yang berlawanan. Pada saat membentuk sudut 270o,
terjadi lagi kumparan berarus tegak lurus dengan arah medan magnet. Pada
kedudukan kuat arus dan GGL induksi menunjukkan nilai maksimum lagi, namun
arahnya berbeda. Putaran kumparan selanjutnya, arus dan tegangan turun
perlahan-lahan hingga mencapai nol dan kumparan kembali ke posisi semula hingga
membentuk sudut 360o.
2. Dinamo
Dinamo dibedakan menjadi dua yaitu, dinamo arus
searah (DC) dan dinamo arus bolak-balik (AC). Prinsip kerja dinamo sama dengan
generator yaitu memutar kumparan di dalam medan magnet atau memutar magnet di
dalam kumparan. Bagian dinamo yang berputar disebut rotor. Bagian dinamo yang
tidak bergerak disebut stator.
a. Bagan dinamo AC, b. Bagan dinamo DC
Perbedaan antara dinamo DC dengan dinamo AC
terletak pada cincin yang digunakan. Pada dinamo arus searah menggunakan satu
cincin yang dibelah menjadi dua yang disebut cincin belah (komutator). Cincin
ini memungkinkan arus listrik yang dihasilkan pada rangkaian luar dinamo berupa
arus searah walaupun di dalam dinamo sendiri menghasilkan arus bolak-balik.
Adapun, pada dynamo arus bolak-balik menggunakan cincin ganda (dua cincin).
Alat pembangkit listrik arus bolak balik yang
paling sederhana adalah dinamo sepeda. Tenaga yang digunakan untuk memutar
rotor adalah roda sepeda. Jika roda berputar, kumparan atau magnet ikut
berputar. Akibatnya, timbul GGL induksi pada ujung-ujung kumparan dan arus
listrik mengalir.
Dinamo sepeda
Makin cepat gerakan roda sepeda, makin cepat magnet
atau kumparan berputar. Makin besar pula GGL induksi dan arus listrik yang
dihasilkan. Jika dihubungkan dengan lampu, nyala lampu makin terang. GGL
induksi pada dinamo dapat diperbesar dengan cara putaran roda dipercepat,
menggunakan magnet yang kuat (besar), jumlah lilitan diperbanyak, dan
menggunakan inti besi lunak di dalam kumparan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar