Sebelum kita masuk ke topik utama
yang akan membahas tentang “Berfikir Dewasa”, saya ingin mencari tahu terlebih
dahulu. Apa pengertian dari sebuah “Pertanyaan”. Mengapa ketika akan membahas
sebuah topik materi, kita secara otomatis memiliki banyak hal yang akan
diutarakan, untuk bisa menguraikan topik yang akan dibahas ini. Dan hal
tersebut berupa kalimat tanya. Dan pertanyaan selanjutnya, apakah dari sebuah
pertanyaan itu selalu memiliki jawaban ? Mengapa demikian ? Nah, sekarang mari
kita cari tahu apakah benar setiap pertanyaan pasti memiliki sebuah jawaban.
Menurut
Anthony Robbins, Pertanyaan adalah suatu proses berpikir dan proses berpikir
itu adalah suatu proses bertanya dan menjawab, dan orang-orang yang sukses
adalah mereka yang selalu bertanya pada dirinya sendiri. Menurut Cullins,Aukai,
Pertanyaan adalah sebuah ekspresi keingintahuan seseorang akan sebuah informasi
yang dituangkan dalam sebuah kalimat tanya. Pertanyaan biasanya diakhiri dengan
sebuah tanda Tanya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa Pertanyaan adalah sebuah ilmu
dan ditujukan kepada orang lain serta mengharapkan untuk dijawab. Dalam proses
bertanya maka disanalah akan terjadi proses berpikir. Atau dengan kata lain
Pertanyaan adalah pernyataan seseorang yang ditujukan kepada orang lain serta
mengharapkan untuk dijawab.
Apabila
ada pernyataan bahwa apakah ada jawaban di setiap pertanyaan, maka bisa
dipastikan seseorang akan mencari jawaban tersebut. Salah satu contohnya,
apabila muncul pertanyaan mengapa manusia hidup di planet bumi? Mengapa tidak
tinggal di planet Mars ? Karna hakikatnya, manusia memiliki akal dan pemikiran,
maka akan mencari tahu dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Kalau memang
pertanyaan tersebut tidak bisa untuk dijawab, namun pasti bisa didapatkan
alasannya. Jadi, kesimpulannya dari
setiap pertanyaan yang muncul maka akan ada jawabannya.
Kita
telah memahami bahwa dari setiap pertanyaan pasti memiliki sebuah jawaban.
Karna apa yang telah Tuhan ciptakan pasti memiliki kegunaannya. Saat ini, mari
kita kembali ke topik yang akan kita bahas yaitu mengenai berfikir dewasa.
Apakah kalian tahu, berfikir dewasa itu seperti apa ? Di benak kalian pasti
tergambar mengenai berfikir dewasa adalah sebuah pemikiran dimana pemikiran
tersebut bersifat bijaksana dan tidak bersifat kekanak-kanakan lagi. Namun,
mari kita bahas berfikir dewasa itu apa.
Berfikir
dewasa adalah subtansi dari filsafat kehidupan, tetapi ini terfokus pada
kehidupannya (kedewasaan). Sebab orang yang dewasa dalam hidupnya, yaitu orang
yang dapat mengambil hikmah dari setiap masalah yang ia hadapi dalam hidupnya.
Berfikir dewasa juga berbicara tentang pengalaman. Seseorang bisa dikatakan
memiliki pemikiran dewasa setelah mengalami suatu hal, kemudian dia bisa
mencari solusi yang bijak dari permasalahan yang sedang dia hadapi tersebut.
Lalu,
apa perbedaan antara berfikir dewasa dengan kedewasaan dalam berfikir? Berfikir
dewasa ditandai dengan kesadaran untuk berpikir nalar serta berpikir positif
dalam rangka membangun sikap positif. Seseorang yang berpikir dewasa akan mampu
menempatkan fungsi akal budinya bukan hanya sebagai panduan untuk mencapai visi
dan tujuan hidupnya melainkan juga mampu menopang usahanya dalam proses yang
kontinu untuk menjadi dirinya. Sedangkan kedewasaan berpikir ini terfokus pada
pembentukan pola pikir yang dewasa.
Setelah
kita mengetahui apa itu berpikir dewasa, lalu perbedaan antara berpikir dewasa
dengan kedewasaan berpikir. Mari kita kaitkan berpikir dewasa dalam ruang
lingkup filsafat. Menurut pandangan anda apakah filsafat yang objektif berguna
bagi pendewasaan filsafat? Filsafat yang objektif sangatlah berguna bagi proses
pendewasaan berfilsafat. Baik dalam memahami sesuatu yang mikro ataupun
memahami sesuatu yang makro. Karena kehidupan ini harus di pahami dari banyak
sisi, tidak bisa kita menyimpulkan suatu kebenaran hanya dari satu sisi saja.
Tetapi perlu banyak pemahaman hingga kita dapat mengetahui peta permasalahan
yang terjadi dari hal yang sifatnya pribadi hingga hal-hal yang sifatnya umum
dan universal. Filsafat yang objektif, berarti kita bisa berfilsafat dari
berbagai sudut pandang. Tidak lagi menilai suatu kejadian hanya dari dari sudut
pandang saja. Hal ini memberikan sebuah penghargaan dari sebuah pendapat,
sehingga menimbulkan sebuah kedewasaan berfilsafat.
Menurut
anda apakah filsafat hanya dapat dikenyam di bangku kuliah saja? Pada dasarnya
filsafat adalah kegiatan berpikir. Menimbang baik dan buruknya sesuatu,
memahami persoalan dari berbagai perspektif, tidak hanya memandang dari satu
sisi. Filsafat juga berarti mencari tahu asal usul dari sebuah fakta, apakah
memang betul fakta tersebut benar adanya atau fakta tersebut masih diragukan
kebenarannya. Oleh karenanya, melalui filsafatlah kita belajar untuk lebih
peduli dengan keadaan disekitar kita dan tidak menelan mentah-mentah fakta yang
sudah ada. Namun kita harus bisa mencari tahu asal usulnya darimana. Dari
kegiatan berfilsafat ini, sudah bisa dilihat bahwa tidak hanya di bangku kuliah
sajalah filsafat itu ada. Kita bisa mendapatkan sebuah filsafat dari berbagai
aspek kehidupan. Di lingkungan terdekat, kita juga bisa berfilsafat dan belajar
mengenai filsafat. Jadi, filsafat tidak hanya dapat dikenyam di bangku kuliah
saja, di segala tempatpun kita bisa mendapatkannya.
Menurut
anda apakah kehidupan komunitas dapat membentuk manusia untuk hidup secara
lebih baik, bijaksana dan kritis? Kehidupan komunitas dapat membentuk hidup
manusia secara lebih baik. Dapat dikatakan demikian karena pada dasarnya kodrat
manusia adalah makhluk sosial. Itu berarti manusia selalu berada bersama dengan
sesamanya atau orang lain. Ia tidak berada sendirian, melainkan selalu berada
bersama dengan orang lain. Manusia selalu berada dengan orang lain dan
membentuk suatu persekutuan yang disebut sebagai komunitas. Mereka membentuk
hidup besama karena ada nilai yang ingin dicapai secara bersama. Melalui
komunitas juga, kita dituntut untuk bisa menuangkan ide-ide dan kreativitas
untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai dari komunitas tersebut. Dari sanalah,
pemikiran kritis kita di asah. Kita bisa mulai untuk belajar berbicara di depan
umum. Kita belajar untuk bisa saling menghargai apabilaada perbedaan pendapat.
Jadi, dari komunitas dapat membentuk manusia untuk hidup lebih baik, bijaksana
dan kritis.
Mengapa
filsafat disebut sebagai ibu dari ilmu pengetahuan? Filsafat disebut sebagai
ibu dari ilmu pengetahuan karena dahulu pada masa Yunani kuno filsafat
merupakan penjelasan rasional terhadap segala hal atau masalah. Objeknya sangat
luas, dan ketika itu belum ada pemisahan antara filsafat dengan ilmu
pengetahuan. Dahulu, kajian seperti ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial juga
ilmu-ilmu lain seperti etika, estetika dan metafisika, dikaji dalam filsafat.
Pemisahan terhadap ilmu-ilmu pengetahuan baru dilakukan pada masa modern (abad
ke 19), ketika muncul tuntutan agar ilmu pengetahuan dapat dibuktikan
kebenarannya secara empiris (tuntutan metodologis). Dengan kata lain, ilmu
pengetahuan (seperti misalnya ilmu alam dan ilmu sosial) merupakan anak dari
filsafat, mereka memisahkan diri dan berdiri secara atonom atas fokus objek
kajian masing-masing.
Apakah
berfikir rasionalitas sangatlah berguna bagi seseorang yang mencari solusi dari
sebuah masalah? Berpikir rasionalitas sangat berguna bagi seorang manusia yang
sedang mencari solusi dari sebuah masalah, sehingga orang tersebut akan
menemukan lebih banyak lagi pelajaran dan hikmah dari masalah-masalah yang ia
hadapi. Dan mereka dijamin tidak akan seperti Keledai yang jatuh lebih dari
satu kali di dalam lubang yang sama. Berpikir rasionalitas selalu menempatkan
diri pada solusi permasalahan, bukan selalu mempermasalahkan masalah. Orang pun
akan mudah mengerti setiap ucapan dan nasihatnya, karena itu seseorang yang
menggunakan rasionalitas dia bukan hanya bicara saja tetapi dia juga memperaktekkan
dan dalam kehidupannya. Arti dari rasionalitas adalah suatu sikap yang
dilakukan berdasarkan pikiran dan pertimbangan yang logis dan cocok dengan akal
sehat manusia. Dalam pendekatan ini, seseorang akan lebih cenderung
menyelesaikan masalahnya dengan kemampuan berfikir atau menggunakan akal
daripada menggunakan batin dan perasaannya. Oleh karenanya, apabila kita
berfikir rasionalitas maka kita akan lebih mudah mendapat solusi yang bijak
dari permasalahan yang sedang kita alami. Dengan berfikir rasionalitas berarti
juga kita berfikir dewasa.
Apakah
ada manfaat filsafat bagi kehidupan? Banyak orang mempertanyakan essensi dari
filsafat itu sendiri. Apakah hanya sekumpulan teori-teori dari pemikir-pemikir
yang selalu memikirkan apa itu hidup? Apa itu ada dan ketiadaan? Apa itu dasar
dari kehidupan dunia dan setelahnya? Dari beberapa buku yang saya baca,
filsafat tidaklah segumpalan omong kosong mengenai pemikiran panjang yang
berbelit mengenai hidup, tapi bagaimana kita menjalani hidup dengan hidup. Filsafat
menggali akar dari sebuah permasalahan. Dengan filsafat, kita diajarkan untuk
arif dan bijaksana dalam menjalani hidup dengan mendalami makna dan essensi
dari hidup yang kita jalani. Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali manfaat
belajar filsafat yang bisa dipetik. Filsafat
akan mengajarkan untuk melihat segala sesuatu secara multi dimensi. Ilmu
ini akan membantu kita untuk menilai dan memahami segala sesuatu tidak hanya
dari permukaannya saja, dan tidak hanya dari sesuatu yang terlihat oleh mata saja,
tapi jauh lebih dalam dan lebih luas. Filsafat
mengajarkan kepada kita untuk mengerti tentang diri sendiri dan dunia. Filsafat mengasah hati dan pikiran untuk
lebih kritis terhadap fenomena yang berkembang . Hal ini akan
membuat kita tidak begitu saja menerima segala sesuatu tanpa terlebih
dahulu mengetahui maksud dari pemberian yang kita terima. Filsafat dapat mengasah kemampuan kita dalam
melakukan penalaran. Penalaran ini akan membedakan argumen, menyampaikan
pendapat baik lisan maupun tertulis, melihat segala sesuatu dengan sudut
pandang yang lebih luas dan berbeda. Mengenal filsafat juga Belajar dari para filsuf lewat karya-karya
besar mereka. Kita akan semakin tahu betapa besarnya filsafat dalam
mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, karya seni,
pemerintahan, serta bidang-bidang yang lain. Filsafat akan membuka cakrawala berpikir yang baru. Ide-ide yang
lebih kreatif dalam memecahkan setiap persoalan, lewat penalaran secara logis,
tindakan dan pemikiran yang koheren, juga penilaian argumen dan asumsi
secara kritis. Jadi, jelaslah bahwa filsafat memiliki banyak manfaat bagi
kehidupan kita sehari-hari.
Dan
pertanyaan terakhir adalah apa yang diimaksud dengan pernyataan manusia
mengetahui dirinya dan dunianya? Manusia merupakan makluk yang sadar dan
mempunyai pengetahuan akan dirinya. Selain itu juga manusia juga mempunyai
pengetahuan akan dunia sebagai tempat dirinya bereksistensi. Dunia yang
dimaksudkan di sini adalah dunia yang mampu memberikan manusia kemudahan dan
tantangan dalam hidup. Dunia di mana manusia bereksistensi dapat memberikan
kepada manusia sesuatu yang berguna bagi pembentukan dan pengembangan dirinya.
Konsep kehidupan manusia tentunya adalah mencari kehidupan yang lebih baik.
Kehidupan secara lebih baik merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh manusia
dalam kehidupannya. Untuk mencapai hidup secara lebih baik manusia perlu untuk
dibentuk atau diarahkan. Pembentukan manusia itu dapat melalui pendidikan atau
ilmu yang mempengaruhi pengetahuan tentang diri dan dunianya, melalui kehidupan
sosial atau polis, dan melalui agama. Konsep kehidupan ini tentunya tidak
terlepas dari filsafat. Salah satunya filsafat ilmu. Filsafat ilmu memberikan
perspektif yang berbeda dalam kehidupan yakni hidup yang lebih bijaksana dan lebih
kritis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar